Warga Paser Keluhkan Kelangkaan Gas Melon

SAMARINDA – Sejumlah warga di Kabupaten Paser, tepatnya di sekitar kecamatan Grogot dan Sopang, mengeluhkan sulitnya memperoleh gas elpiji 3kg.

Selain mengeluhkan kelangkaan, warga yang dominan emak emak ini mengaku resah karena berimbas pada lonjakan kenaikan harga.

Tidak hanya itu, akibat Kelangkaan gas melon itu membuat masyarakat kesusahan untuk beraktifitas rumah tangga maupun berjualan.

Ibu Ana salah satu warga Tapis kecamatan Grogot merasa kebingungan dengan kelangkaan itu, apalagi dirinya dihadapakan pada acara yasinan di kediamannya.

“Pusing tujuh keliling kita ini, apalagi Jumat (9/11) mau acara yasinan, gas dirumah sudah habis sedangkan yang mau dimasak masih banyak, untung tetangga masih ada stok untuk dipinjam,”

Keresahan warga imbas langkahnya gas elpiji juga ramai menjadi perbincangan pada laman media sosial, seperti dilansir akun facebook “Muhammad Alif Fauzi” pada grup “ Benuo Daya Taka”

Dalam captionya menyebutkan “ Gas elpiji 3kg di Batu Kajang mencapai 50.000 . Kasian penduduk asli Batu Kajang, memang disana mayoritas orang perusahaan tapi jangan dikira orang asli Batu Kajang sejahtera semua, bahkan ada Yatim piatu, bahkan banyak orang orang yang dibawah garis kemiskinan, mana pemerintah..? “Tulisnya pada Rabu (7/11)

Tulisan ini pun ditanggapi beragam warganet, pun di didominasi emak emak. Akun Salmiah Masdar misalnya menyebut pada kolom komentar “terlalu juga pengecer menjual mahal mahal”.

Disinyalir kelangkaan ini terjadi sudah seminggu lamanya, seperti dikisahkan Udin juga salah satu Caleg DPR provinsi dapil 3 PPU-PASER disela membantu warga lombok yang lagi sakit di RS Panglima Sebaya Kec. Grogot Ibu Suburiyah yang hidup sebatangkara tanpa sanak saudara.

Disebutnya ketika dirumah sakit dirinya banyak berbincang dan mendapatkan keluhan kelangkaan gas elpiji 3Kg.

“disela itu ibu-ibu yang sedang merawat sanak saudaranya banyak bercerita bahwa sudah seminggu ini susah mendapatkan gas elpiji,” ujar Udin Caleg dari PKB ini.

Terang saja dirinya menyebut kelangkaan itu sangat aneh, terlebih Kaltim termasuk penghasil Migas di Indonesia dan gas elpiji juga merupakan bahan pokok masyarakat namun masih mengalami kelangkaan, disebutnya seperti mati di lumbung padi.

Menurutnya Pertamina harus turun tangan melakukan intervensi pasar dengan cara, agar secepatnya menstabilkan harga ditingkat pengecer.

“Pertamina harus elakukan operasi pasar gas elpiji bersubsidi ini semaksimal mungkin sehingga tidak adalagi kelangkaan ditingkat pengecer, dan jika ada indikasi permainan ditingkat distributor pihak Pertamina bisa memberikan sangsi berat, jangan biarkan ada rantai distribusi yang terputus,” tuturnya. (Red)

Facebook Comments