Bank BCA Sasar Citra Niaga Sebagai Icon Smart City

SAMARINDA – Bank Central Asia Tbk (BCA) gelar Workshop “Satu Peluang Sejuta Kebahagiaan” di Hotel Aston Samarinda ruang Queen Mary, Pada Kamis (22/11/18) waktu siang.

Workshop ini diikuti sekitar 100 orang pelaku UMKM di kota Samarinda, guna mendapatkan pengetahuan berupa marketing digital. Ini dianggap bisa menguatkan UMKM setempat.

Bank BCA Samarinda juga menyasar pelaku UMKM kawasan wisata belanja citra niaga, hal itu karena mereka mengangap citra Niaga bisa didorong sebagai Icon smart citty kota tepian, ditengah geliat Pemkot mendorong kawasan wisata belanja Citra Niaga sebagai unggulan Smart citty.

“Citra Niaga pas untuk UMKM, karena pemkot ingin Samarinda sebagai Smart citty dan salah satunya citra Niaga itu bisa sebagai Iconya,” sebut Tjion Cie ye kepala Operasi Cabang BCA Samarinda kepada awak media, Kamis (22/11/18)

Guna mendukung itu, BCA menggandeng e-commerce terkemuka Blibli.com. Para peserta menerima edukasi terkait tren digital dan e-commerce, media sosial, serta pemahaman lebih tajam dan strategi dalam menjadi pelaku UMKM.

Tjion Cie ye berharap bisa menjadi suksesi salah satu program pemerintah di Samarinda sebagai penopang perekenomian. Dalam workshop BCA juga menghadirkan Economist BCA Agus Salim yang akan memaparkan mengenai lanskap ekonomi digital.

Hadir di acara Vice president pengembang bisnis mikro BCA Ade Bachtiar mengemukakan, menyasar Kota Samarinda karena ada potensi yang bagus namun belum maksimal. Dengan agenda ini Ia berharap bisa menguatkan UMKM setempat

“Kita ini mulai dari solo, Malang, Makassar , sekarang kita kesamarinda, kota itu kita anggap potensi yang bagus tapi belum maksimal. Sehingga BCA berharap dengan mengadakan ini berupa marketing digital maka ini bisa menguatkan UMKM setempat,” imbuhnya

Mengenai E-commerce dirinya menyebut sebagai partner untuk mengisi konten yang memberikan panduan bagaimana mereka menjual dengan market place.

“kami berharap pelatihan seperti ini minimal bisa menambah wawasan, alhamdulilah kalau mereka bisa lngsung praktikan dan meningkatkan omsetnya,” tambahnya

Digital marketing menjadi sasaran utama, terlebih dirinya melihat budaya online yang sudah menjamur hingga ke anak anak apalagi orang dewasa. Kendati ini juga tidak menutup marketing konvensional berupa spanduk dan reklame.

“Nah yang konfesional kalau masih mengharapkan spanduk, lapak itu rasanya kurang afdol kalau tidak mengikuti trand,” ucapnya

Workshop juga diadakan dalam rangka menggarap potensi penyaluran kredit di sektor UMKM, kendati bukan menjadi tujuan utama. Tahun 2018 rasio penyaluran kredit UMKM ditargetkan mencapai 20 persen dari total porfotolio kredit BCA.

BCA mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang Januari hingga September 2018 dengan total fasilitas sebesar Rp 81 Miliar, meningkat 8% YoY dibandingkan tahun 2017. Sedangkan, UMKM BCA tumbuh signifikan 25% YoY mencapai Rp 63 Triliun.

“Terlebih, UMKM turut andil dalam tingginya angka penyerapan tenaga kerja. Oleh sebab itu, keberadaan UMKM sebagai penggerak perekonomian Indonesia perlu diperhatikan secara khusus dan mendalam,” tutup Ade Bakhtiar. (Red)

Facebook Comments