Pemda Kubar Siapkan Biaya Sewa kendaraan Untuk Distribusi Logistik Pemilu 2019, KPU Kubar Masih Kekurangan Jumlah Logistik

dok.foto : Sekertaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur

KUBAR – Komisi Penyelenggara Pemilu Kutai Barat, tak cukup puas dengan perolehan partisipasi 58 % pada Pilgub Kaltim 2018 lalu. Dengan 114.038 daftar pemilih tetap, KPU Kubar optimis akan mencapai 70 % partisipasi pemilih pada pemilu 2019 lalu.

Hal ini disampaikan Sekertaris KPU Kubar Syamsuniq, yang ditemui awak media (13/12) lalu. Sebelumnya ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima logistik pengadaan KPU RI serta KPU provinsi. Meskipun masih belum berkesesuaian dengan kebutuhan 509 TPS, yang ada di 190 kampung dan 4 kelurahan yang ada di 16 Kecamatan, Kabupaten Kutai Barat.

Sejak November lalu, logistik mulai berdatangan masuk ke KPU Kubar. Pihaknya sendiri sudah menyiapkan 2 gudang (1 permanen dan 1 sewa) untuk menampung semua logistik yang mulai berdatangan.

“Sejak November, logistik yang diadakan KPU RI sudah masuk, yaitu berupa Bilik suara, Kotak suara, serta Tinta. Segel kemungkinan minggu ini baru masuk. Sedangkan dari KPU Provinsi, Sampul sudah kami terima,” jelas Syamsuniq Sekertaris KPU Kubar.

Awal logistik yang di terima KPU Kubar, berupa bilik suara berjumlah 868 bilik. Sedangkan kotak suara berjumlah 2711 kotak, dan Tinta berjumlah 1014 buah. Untuk sampul sendiri berjumlah 27.728 buah.

Dengan bertambahnya jumlah pemilih dan TPS setelah penetapan pleno sebelumnya, maka dari logistik yang di terima saat ini, pihak KPU Kubar jelas masih kekurangan beberapa logistik yang baru disesuaikan beberapa pekan lalu, dan sudah dikordinasikan dengan pihak sekertaritan KPU Kaltim.

“sebelumnya itu hanya 507 TPS, kemudian saat pemuktahiran bertambah menjadi 509. Jadi banyak kekurangan dari jumlah logistik yang sudah berdatangan hingga sekarang ini. Misal kotak suara kurang 10, lalu bilik suara kurang 215, dan tinta kurang 14 buah. Kami sudah kordinasikan dengan ibu Riski Kabag di sekertaritan Provinsi terkait hal ini,” pungkas Syamsuniq.

Pihak KPU Kubar juga sudah mengantisipasi masa panjang penyimpan logistik di gudang-gudang. Hingga saat ini kedua gudang yang aktif digunakan sudah dilakukan penyemprotan anti hama dan rayap.

Kedua gudang yang disiapkan, aktif dijaga oleh pihak keamanan Polres Kubar serta keamanan dari KPU sendiri. secara ship kedua pihak bergantian melakukan penjagaan.

KPU Kubar punya permasalahan untuk urusan jarak tempuh dan medan distribusi ke tingkat Kecamatan hingga Kampung. Berdasarkan penjelasan sekertaris KPU Kubar. Ada 3 kecamatan yang punya jarak tempuh dan medan yang rumit hingga memakan biaya yang tinggi.

Melalui penjelaskan Syamsuniq selaku Sekertaris KPU Kubar, pihaknya juga mengeluhkan pola penganggaran yang dilakukan oleh KPU pusat terkait distribusi logistik. Ia menjelaskan logika biaya cenderung berdasarkan nilai transaksi di pulau Jawa. Mestinya KPU pusat membedakan hal tersebut karena medan dan jarak yang berbeda, itu menghasilakan beban biaya yang berbeda pula.

“KPU RI ini sering menggunakan anggaran standar jawa, sedangkan tarif disini jauh beda. Biaya perjalanan ke kecamatan itu mana cukup kalau 50 ribu. Disini butuh ratusan ribu sekali jalan ke kecamatan,” pungkas Sekertaris KPU Kubar.

Dengan target partisipasi diangka 70 % secara nasional jelas menjadi tantangan buat Kabupaten Kutai Barat. Upaya kerja bersama dengan sinergi menjadi cacatan penting dalam penyelenggaran Pemilu 2019 mendatang. Melalui desk Pemilu Kutai Barat, KPU dan Pemerintah daerah yang diwakili Sekertaris Daerah telah banyak merumuskan evaluasi hingga antisipasi suksesi pemilu nanti.

Usai berjumpa dengan Sekertaris KPU Kubar, esok hari tepatnya, Jumat (14/12). Jurnalis beri.id menemui Sekertaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur diruang kerja Gedung Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Menurutnya angka partisipasi pada 2019 mendatang akan mungkin naik, karena secara politik keterwakilan setiap kecamatan punya keterwakilannya dalam pesta demokrasi yang di selenggarakan serentak mendatang.

Selain itu Pemda juga berkordinasi dengan pihak keamanan, khususnya Polres, Korem, serta BIN dan Kesbangpol untuk mengefektifkan pengelolaan informasi kerja-kerja Intel, guna mencegah potensi-potensi konflik yang berkemungkinan terjadi pada jalannya pesta demokrasi akan datang.

Tidak hanya upaya administrasi dan kordinasi lintas lembaga yang dilakukan Pemda guna suksesi Pemilu 2019. Pemda bahkan menyiapkan anggaran guna memberikan fasilitas penunjang pelaksanaan pemil 2019 yang di kerjakan oleh KPU Kutai Barat.

“Kita sudah siapkan anggaran untuk memfasilitasi kerja KPU Kubar, khususnya kebutuhan transportasi logistik yang cukup besar memakan biaya. Untuk kebutuhan mobil hingga truck pengakut, kami siapkan biaya sewa untuk meringankan kerja-kerja KPU Kubar,” jelas Yacob Tullur. (Red)

Facebook Comments