Pembenahan Pendidikan Sebagai Fondasi Utama Hadapi IKN Melalui Gratispol

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, dalam dialog publik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Arusbawah.co, di Temindung Creative Hub, Kamis (20/11/2025). (Foto: Lisa/beri.id)

BERI.ID – Kualitas sumber daya manusia (SDM) Kaltim akan menentukan seberapa besar peran masyarakat daerah ini dalam ekosistem baru Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa mendatang.

Atas hal itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menyoroti pentingnya pembenahan sektor pendidikan sebagai fondasi utama menghadapi momentum besar perpindahan IKN.

Seno menegaskan bahwa tahun 2030 menjadi titik krusial, di mana Indonesia diprediksi memasuki bonus demografi. Jika generasi muda Kaltim tidak dipersiapkan dengan baik, maka kesempatan besar itu justru akan terlewatkan.

“Pendidikan ini sangat penting untuk IKN. Pada 2030 kita dapat bonus demografi. Kalau anak-anak kita tidak dididik dengan baik, kita akan ketinggalan kereta. Tidak mungkin kita ikut berpartisipasi di ibu kota negara kalau SDM kita tidak siap,” ujarnya, dalam dialog publik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Arusbawah.co, di Temindung Creative Hub, Kamis (20/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa tahun 2025 harus menjadi titik awal percepatan pembangunan kualitas generasi muda. Dengan target 2030 di depan mata, Seno meminta seluruh pemangku kepentingan pendidikan bekerja lebih fokus dan visioner.

“Inilah saat yang tepat. Tahun 2025 kita harus memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Supaya nanti pada 2030 kita punya SDM unggul yang siap bersaing, bukan hanya dengan talenta dari luar Kaltim, tetapi juga dari skala nasional dan global.”

Dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan, Seno menegaskan pentingnya pengawasan dan koordinasi antarlembaga pemerintah. Ia menyebut kolaborasi dengan Komisi IV DPRD Kaltim sebagai langkah strategis untuk memastikan program-program pendidikan berjalan efektif.

Salah satunya menyangkut penyaluran program Gratispol, bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa Kaltim.

Menurut Seno, program tersebut harus terus diperbaiki agar tepat sasaran dan berjalan tanpa hambatan.

“Kontrol yang kami lakukan akan terus diperkuat bersama Komisi IV DPRD Kaltim. Dana-dana untuk Gratispol harus diberikan tepat sasaran kepada mahasiswa yang berhak. Memang masih ada kelemahan-kelemahan yang harus kita benahi,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menjalankan program serupa bukanlah perkara mudah. Namun, Kaltim harus berani mengambil posisi sebagai pelopor.

“Kita ini satu-satunya di Indonesia, dan kita ingin menjadi leader, bukan follower. Tapi menjadi leader itu banyak tantangannya,” tegasnya.

Pernyataan Seno menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Kaltim tidak hanya menyoroti infrastruktur fisik menuju IKN, tetapi juga tengah membangun pilar SDM yang berdaya saing.

Dengan tantangan bonus demografi di depan mata, ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan, salah satunya melalui gratispol, bukan sekadar isu dasar, melainkan penentu posisi Kaltim di masa depan. (lis)