SAMARINDA – Terpilih memimpin DPD Partai Golkar Kota Samarinda, Andi Satya Adi Saputra membawa sejumlah target untuk memperkuat partai di Kota Tepian. Tak hanya mengejar penambahan kursi di DPRD, ia juga ingin mendorong hadirnya lebih banyak kader perempuan dan generasi muda di parlemen.
Saat ini, Golkar memiliki delapan kursi di DPRD Kota Samarinda. Andi Satya berharap capaian tersebut dapat ditingkatkan pada pemilu mendatang.
“Kita berharap ke depan raihan kursi ini bisa kita tambah,” ujar Andi Satya.
Menurutnya, pembenahan juga perlu dilakukan dari sisi komposisi kader yang akan diusung. Dari delapan anggota DPRD Samarinda yang berasal dari Golkar saat ini, seluruhnya merupakan laki-laki.
Karena itu, ia ingin membuka ruang lebih besar bagi kader perempuan, termasuk dari kalangan Gen Z dan milenial.
“Kita ingin ke depan komposisinya agak sedikit berubah, jika ada tambahan anggota perempuan yang menjadi anggota DPRD. Syukur-syukur ada dari Gen Z dan juga milenial yang bisa ikut bergabung di Partai Golkar dan duduk menjadi anggota DPRD Kota Samarinda,” katanya.
Di tengah target tersebut, nama Andi Satya juga mulai dikaitkan dengan peluang Pilwali Samarinda. Namun, ia memilih tidak terburu-buru membicarakan kontestasi tersebut.
Andi Satya menegaskan, keputusan pencalonan kepala daerah berada di tangan DPP Partai Golkar. Jika nantinya mendapat mandat, ia menyatakan siap.
“Apabila DPP memberikan mandat, maka Insya Allah kita siap. Apabila nanti ada desakan dari masyarakat meminta kami untuk maju, Insya Allah kami siap,” ungkapnya.
Meski demikian, untuk saat ini Andi Satya memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Ia ingin membuktikan terlebih dahulu kontribusinya kepada masyarakat.
“Kami belum mau berbicara itu dulu. Sekarang kami di DPRD Provinsi Kalimantan Timur ingin bekerja, ingin berkarya. Karena Golkar adalah partai karya kekaryaan, kita tunjukkan dulu selama lima tahun ke depan bahwa kita bisa berbuat banyak untuk Kalimantan Timur,” tegasnya.
Bagi Andi Satya, perjalanan menuju kontestasi politik masih panjang. Ia menyerahkan peluang tersebut kepada mekanisme partai dan perkembangan politik ke depan.
“Kalau ada peluang, siapa saja berhak mencalonkan dan dicalonkan. Yang memenuhi syarat, ya kita lihat bagaimana takdir membawa kita ke sana. Masih lama sekali,” pungkasnya.







