SAMARINDA – Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum, Kalimantan Timur ramai di kunjungi para calon kandidat komisioner KPU yang ikut mendaftarkan diri untuk periode 2019 – 2023. Dengan target minimal 30 orang pendaftar , hingga sore pukul 17.30, Minggu (11/11). Hasil pantauan media ini sudah 33 orang yang mendaftarkan diri.
Salah satu nya Ramaon Saragih, Ketua KPU Kota Samarinda yang telah mengabdi dua periode sebagai penyelenggara pemilu tingkat Kota. Pada periode sebelum nya Ramaon sudah pernah mengikuti seleksi KPU Provinsi, meskipun Ia mesti puas mendapatkan peringkat 6 hasil akhir seleksi KPU RI pada 2014 silam.
Laki-laki alumni S1 Fakultas Kehutanan, Unmul ini. Membawa KPU Kota berhasil menyelenggarakan pemilu damai sebanyak 8 kali pesta demokrasi. Mulai dari Pilwali Kota Samarinda dua kali, Pilgub Kaltim dua kali, Pileg dan Pilpres juga dua kali.
Pada 2017 , Secara kolektif KPU Kota Samarinda berhasil mendapat peringkat 1 untuk website paling informatif dari Komisi Informasi Provinsi (KIP) Kaltim. Salah satu informasi penting dalam website KPU Kota ini, mereka menyajikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Masyarakat dipermudah mengawasi penggunaan dana oleh KPU Kota Samarinda.
“Saya kembali ikut mendaftar itu bagian dari eksistensi saya untuk terus mengabdi sebagai penyelenggara Pemilu, 2 periode saya di KPU Kota menjadi pengalaman saya untuk berani maju pada seleksi KPU Kaltim kali ini,” ujar Ramaon yang ditemui usai mendaftarkan.
Hingga saat ini, pendaftaran untuk KPU Kabupaten/Kota se Kaltim sudah mulai banyak pendaftar. Diantaranya Samarinda sudah 61 orang, Balikpapan 41 orang, Bontang 18 orang, Kukar 28 orang, Kutim 30 orang, Kubar 19 orang , PPU 22 orang, Paser 19 orang, Berau 20 orang dan Mahulu 6 orang. Kota/Kabupaten yang belum mencapai 30 orang pendaftar maka akan ada perpanjangan waktu pendaftaran yang semestinya sudah tutup hari ini hingga pukul 12 malam ini.
Di ketahui dari lima komisioner KPU Kaltim yang menjabat saat ini , empat diantaranya kembali mendaftarkan diri. Diantara nya Samsul Hadi, Taufik, Viko dan Rudiansyah. (Red).






