BERI.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Berau menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Berau, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis penguatan struktur organisasi partai yang melibatkan empat kecamatan: Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Pulau Derawan.
Musancab ini merupakan rangkaian konsolidasi berjenjang yang diamanatkan oleh Kongres VI PDI Perjuangan 2025 serta Rakernas I tahun 2026, mulai dari tingkat DPD, DPC, hingga Pengurus Anak Cabang (PAC).
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar agenda administratif. Ia menekankan bahwa konsolidasi struktural harus linier dengan kerja-kerja nyata di lapangan.
“Secara administratif ini penting untuk menguatkan mesin partai. Namun, yang lebih utama adalah menyatukan gerak langkah dan soliditas untuk terus memperjuangkan program yang tepat sasaran bagi masyarakat Berau,” ujar Ananda.
Wakil Ketua II DPRD Kaltim ini mengingatkan kader agar menyeimbangkan persiapan Pemilu 2029 dengan kebermanfaatan partai bagi warga. “Jangan sampai kita hanya sibuk bicara pemenangan, caleg, dan saksi, tapi melupakan kerja kerakyatan. Dua hal ini harus berjalan seimbang,” tegasnya.
Optimalkan Potensi Berau
Ananda juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Berau yang memiliki potensi ekonomi besar. Dengan karakteristik wilayah yang terdiri dari 70 persen pesisir dan 30 persen daratan, serta mencakup 115 kelurahan/desa, ia menilai Berau memiliki peluang besar untuk melesat.
“Potensi ekonominya luar biasa, tapi kita melihat pertumbuhan ekonominya masih lambat. Ini harus menjadi perhatian,” tuturnya. Ia mendorong kader PDI Perjuangan untuk lebih vokal memperjuangkan isu-isu krusial seperti ekonomi rakyat, infrastruktur, hingga layanan kesehatan dan pendidikan.
Responsif dan Solutif
Senada dengan Ananda, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Berau, Rudi Mangunsong, mengungkapkan bahwa PAC adalah garda terdepan partai yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Tingkat kecamatan adalah tempat di mana tawa dan tangis masyarakat berada. Kader harus hadir secara emosional dan solutif. Kalau masyarakat tertawa, kita tertawa bersama; kalau mereka menangis, kita harus carikan jalan keluarnya. Itulah sejatinya fungsi partai,” ungkap Rudi.
Rudi juga menekankan pentingnya regenerasi yang memadukan semangat kader muda dengan dedikasi pengurus senior. Meski posisi partai saat ini sebagai penyeimbang, ia meminta kader untuk tetap berani bersuara menyampaikan aspirasi warga.
“Berorganisasi itu harus dinamis. Sebagai penyeimbang, kita harus berani bicara apa yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Menatap Pemilu 2029, Rudi mengaku optimistis dengan tren dukungan masyarakat. Bersama-sama, DPC dan PAC mematok target konkret: meraih minimal satu kursi untuk unsur pimpinan DPRD Berau.
“Animo masyarakat masih tinggi. Dengan kerja politik yang bergandengan tangan, kami yakin tidak ada hasil yang mengkhianati usaha,” pungkasnya. (Red)

