Enggan Tanda Tangani Permintaan Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja, Samsun: Kita Sampaikan ke Pusat

Mahasiswa Meminta Eksekutif Dan Legislatif Menandatangani Pernyataan Penolakan UU Cipta Kerja

Beberapa Anggota DPRD Kaltim saat berdialog dengan mahasiswa didepan gedung DPRD Kaltim

SAMARINDA – Pada Senin 12 Oktober. Mahasiswa kembali menggelar Aksi demonstrasi  tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Demonstrasi itu digelar di depan Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, Samarinda. Kali ini merupakan aksi ke dua dikarangpaci (sebutan DPRD Kaltim).

Dalam tuntutannya, demonstran mendesak anggota DPRD Kaltim dan perwakilan Pemprov Kaltim, menandatangani pernyataan penolakan UU Cipta Kerja.

Demonstrasi yang mulanya ceria ini berujung ricuh, tuntutan mahasiswa tak digubris DPRD Kaltim dan Gubernur Kaltim yang berinisiatif datang memantau aksi demo.

Tetapi hingga mahasiswa dibubarkan secara paksa, tuntutan mereka tak kunjung disetujui.

Wakil ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun mengatakan. Berlangsungnya aksi selama dua kali didepan gedung dewan itu. Samsun mengaku, Pihaknya sudah menampung semua aspirasi mahasiswa.

“Ini akan menjadi masukan buat kita dan akan kita sampaikan kepada pemerintah pusat,”ungkapnya.

Mengenai tuntutan mahasiswa tanda tangani pernyataan Penolakan UU tersebut.
Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan akan dilakukan kalau itu disepakati oleh kawan-kawan di DPRD.

“Kan DPR ini kolektif kolegial, nanti akan kita bawa kedalam ralat pimpinan,”ungkapnya.

Mengenai waktu kata dia, akan segera dilaksanakan untuk dibahas pada unsur pimpinan dewan.

(Fran)

Pedagang Asongan Ikut Orasi Demo Tolak Omnibus Law di DPRD Kaltim

Apkasi Dorong Kepala BKPM Perjuangkan Kewenangan Daerah Dalam UU Cipta Kerja