Bencana Banjir Rob Tahunan, DPRD Bontang Konsentrasi Penggalian Sempadan Jalan Daerah Pesisir

Sekertaris Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad

BONTANG – Bencana tahunan, Banjir Rob yang terus melanda wilayah pesisir Bontang. Menjadi momok tersendiri bagi warga. Hingga kini masalah menahun ini belum juga terjawab oleh kebijakan pemerintah.

Oleh karenanya, Sekertaris Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad dorong segera pengerukan pinggiran samping trotoar jalan, dari dan menuju Bontang Kuala (Beka). Pasalnya lokasi tersebut menjadi titik terparah akibat dari banjir tersebut.

“Solusi pertama kalau di Bontang Kuala itu, pengerukan kiri kanan trotoar. Dengan kedalaman 4 meter dan kelebaran 2 meter,” ucap Abdul Samad, saat ditemui diruang Komisi III, DPRD Bontang Lantai 2, pada Senin (17/11).

Selain Beka, konsentrasi utama APBD Bontang nantinya, juga akan tetap dibebankan pada pengerukan sempadan jalan pada daerah pesisir lainnya. Seperti Beras Basah, Tanjung Laut, Tihi-Tihi, Gusung.

“Memang harus cepat ditangani. Kasian masyarakat disana. Belum lagi nanti sambut bulan Desember. Itu puncak-puncaknya banjir Rob,” harap Abdul Samad.

Hal ini berangkat dari aspirasi masyarakat serta hasil sidak anggota dewan. Memang di dapati banyak rumah yang mengalami dampak dari bencana tahunan ini.

Abdul Samad, juga mendorong agar pemerintah segera dapat lakukan pembangunan badan jalan. Sehingga jalan tersebut dapat digunakan masyarakat agar dapat tetap beraktivitas meski banjir melanda.

“Disetiap daerah yang terkena banjir rob ini, memang harus ditingkatkan jalannya. Agar memudahkan akses jalan masyarakat. Ketika dia mau beraktivitas,” terangnya.

Ada pula yang terkena dampaknya bukan hanya di sektor ekonomi semata. Melainkan juga keselamatan anak-anak kecil yang ketika bermain, maka keamanannya akan terancam ketika aliran listrik tidak segera dimatikan.

“Kita himbau agar orang tua lebih waspada,” ujarnya.

Kemudian tak kalah pentingnya, ia juga mengingatkan bahaya ancaman penyakit pasca banjir. Ini juga menjadi perhatian serius bagi dinas terkait. Agar segera lakukan pengasapan, guna membunuh nyamuk yang membawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Dinas kesehatan ini juga segera berfungsi. Semisal langsung lakukan penyemprotan ke lokasi banjir, setelah surut,” pintanya. (Adv/Esc)

Jembatan Dondang Retak Usai Ditabrak Tongkang Batu Bara, Beban Muatan Kendaraan Dibatasi

Komisi I Tekankan Soal Netralitas ASN, Jika Berpihak Segera Ditindak