Lahan Pemakaman Menipis, DPRD Dorong Pemkot Segera Menyediakan Lahan TPU

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota komisi lainnya dan tokoh masyarakat Bontang

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang memanggil tokoh masyarakat di Bontang, guna membahas semakin menipisnya ketersediaan lahan pemakan untuk di wilayah kota Bontang.

Ketersediaan lahan untuk pemakaman hingga saat ini hanya berkisar 40persen dari seluruh total lahan pemakaman, sehingga di anggap perlu untuk segera menambah lahan baru.

Ditemui usai lakukan rapat dengar pendapat (RDP) di lantai 2 sekretariat DPRD Bontang, Ketua Komisi IIIA Amir Tosina mendorong pemerintah kota Bontang untuk segera menyediakan lokasi pemakaman. Karena dari total 100 hektar lahan pemakaman yang dimiliki, kini hanya tersisa 16 ha.

“Kebutuhan pemakaman saat ini apa yang disampaikan DPKP2 sudah kritis lahan, untuk itu pentingnya mencari lahan baru agar tersedianya lahan bagi pemakaman,” jelas Amir Tosina usai memimpin rapat dengar pendapat dengan warga, Disperkimtan, Kecamatan Utara dan Keluraha Gunung Elai di ruang rapat lantai II Kantor Sekretariat DPRD Bontang, Jalan Moeh Roem, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga :  Dirugikan Atas Ucapan Yang Memfitnah Organisasi, Pospera Akan Polisikan Arya Sinulingga

Politikus partai Gerindra itu mengatakan, adanya pengajuan masyarakat yang hendak menjual lahannya seluas sekitar 7 hektar di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Gunung Elai tepatnya belakang SMKN 1 Bontang itu, dirasa untuk dijadikan TPU.

Lantaran sudah adanya dua alternatif jalan menuju kawasannya, posisinya pun dekat kota, serta legalitasnya juga jelas dilengkapi surat Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

“Lahan itu saya rasa sudah tepat diadakan dan dianggarkan di tahun 2021, hanya saja saya meminta kepada pemilik lahan untuk dapat menjual harga dengan sewajarnya,” ucapnya.

Baca Juga :  Kaltim Pasca Tambang Jadi Seruan, PSI Yakin Raup Kursi DPR Samarinda

Namun untuk memastikan lahan tersebut cocok, DPRD Bontang tetap akan turun menijau lokasi untuk mengetahui tekstur lahan hingga keabsahan surat tanah tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kedepannya.

“Kemungkinan senin kami akan kunjungi lokasi tersebut agar lebih jelas,” ungkapnya.

Di samping itu, Anggota Komisi II Abdul Malik yang juga turut hadir dalam RDP itu menyebutkan kalau kecamatan di Bontang Barat juga memerlukan lahan pemakaman.

Pasalnya, daerah tersebut hingga kini juga belum memiliki lahan pemakaman untuk warga muslim yang bermukim di sana.

Baca Juga :  Sidak Di Loktuan, Amir Tosina Dapati Tumpukan Sampah Yang Menyumbat Jalur Drainase

Meski, dapatkan kabar kalau ada warga yang mau mewakafkan tanahnya seluas 10 hektar, untuk dijadikan lahan kuburan Muslim. Akan tetapi hal itu masih perlu untuk dipastikan.

“Untuk prosesi pemakaman, warga banyak menguburkan keluarganya di KM. 7, tepatnya masuk dalam wilayah Kutai Timur,” pungkasnya. (Adv/Esc)

What do you think?

Komitmen Melayani, Rutan Kelas IIA Samarinda Bagi-bagi Kebutuhan Dasar Bagi Warga Binaan

Perusahaan Diminta Kerjasama Soal Sertifikasi Pekerja, Agar Pelaksanaan Sesuai Dengan Perda