Di tengah riuhnya panggung politik Indonesia yang seringkali diwarnai intrik dan kepentingan sesaat, ada sebuah sosok yang berdiri tegak, tak tergoyahkan oleh angin perubahan. Ia adalah Megawati Soekarnoputri, putri Proklamator, yang bukan hanya seorang politisi ulung, melainkan juga “Ibu Bangsa” yang mengayomi dan “Penjaga Konstitusi” yang tak kenal kompromi.
- Kisah Sang Putri: Mengemban Amanah Sejarah
Sejak kecil, Megawati telah menyaksikan langsung bagaimana ayahnya, Bung Karno, berjuang memerdekakan dan membangun Indonesia. Ia tumbuh dengan bisikan cita-cita kemerdekaan, gemuruh pidato kebangsaan, dan pahitnya perjuangan. Pengalaman hidup ini membentuk karakternya menjadi pribadi yang kokoh, memahami benar arti dari sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.
Ketika ia terjun ke dunia politik, jalan yang dilaluinya tak mudah. Penindasan dan diskriminasi di era Orde Baru justru semakin menempa jiwanya. Namun, justru di sanalah, di tengah himpitan, ia menemukan kekuatannya: pada “wong cilik”, pada rakyat jelata yang setia mendampinginya. Merekalah yang menguatkan tekadnya untuk tak pernah mundur, tak pernah menyerah pada penindasan.
- Ibu Bangsa: Mengayomi dalam Setiap Langkah
Sebagai “Ibu Bangsa”, Megawati tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab moral terhadap rakyatnya. Ia seringkali mengingatkan para kadernya untuk turun langsung, mendengarkan keluh kesah para petani di sawah, buruh di pabrik, atau pedagang di pasar tradisional. Baginya, pembangunan tidak boleh hanya berpusat pada infrastruktur megah, tapi juga pada kesejahteraan dasar setiap individu rakyat.
Ia memiliki kepekaan seorang ibu yang memahami betul kebutuhan anak-anaknya. Ketika terjadi gejolak ekonomi, ia adalah suara yang mengingatkan pemerintah untuk tidak melupakan nasib rakyat kecil. Ketika isu pangan melanda, ia bersuara lantang menyerukan pentingnya kedaulatan pangan. Itu semua adalah bentuk kasih sayang seorang ibu yang tak ingin anak-anaknya kelaparan atau terpinggirkan.
- Penjaga Konstitusi: Benteng Demokrasi
Namun, peran Megawati tidak berhenti sebagai pengayom. Lebih dari itu, ia adalah Penjaga Konstitusi negara ini. Di saat-saat krusial, ketika ada upaya untuk membengkokkan konstitusi demi kepentingan kelompok atau individu, ia adalah benteng yang kokoh.
Ia selalu mengingatkan pentingnya menegakkan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai pedoman berbangsa dan bernegara. Bagi Megawati, konstitusi bukanlah sekadar lembaran kertas, melainkan janji suci para pendiri bangsa, warisan yang harus dijaga dari setiap upaya pengkhianatan.
- Warisan Keteguhan
Sikapnya yang tegas, terkadang dianggap kaku oleh sebagian orang, sebenarnya adalah refleksi dari prinsip yang kokoh. Ia tahu bahwa sebuah bangsa besar tidak dibangun di atas dasar yang rapuh, melainkan di atas fondasi ideologi dan konstitusi yang kuat.
Megawati Soekarnoputri mungkin bukan sosok yang selalu tampil di depan publik dengan retorika berapi-api, namun kebijaksanaannya, ketegasannya, dan kesetiaannya pada prinsip adalah warisan berharga bagi perjalanan bangsa ini. Ia adalah pengingat bahwa di balik hingar-bingar politik, ada sebuah panggilan yang lebih tinggi: menjaga Indonesia tetap berdiri tegak, sesuai cita-cita para pendirinya.(***)
Selamat ulang tahun ke 79 Ibu Megawati Soekarnoputri…
Ditulis oleh Abdur Rachman Wahid, Kader PDI Perjuangan Provinsi Kaltim







