“Optimis” Dari Limbah Membawa Berkah

Beritainspirasi.infoBONTANG, Limbah plastik yang banyak dikonsumsi masyarakat menjadi inspirasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM Anggrek) yang bercita-cita mengurangi ketergantungan penggunaan plastik dimasyarakat serta menambah kesejahteraan anggotanya.

Ditangan kelompok ini limbah karung yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi, berubah menjadi tas berbahan dasar limbah karung yang menjadi bernilai ekonomi. Berdiri sejak tahun 2003 Kelompok Swadaya Masyarakat yang terletak di Jalan Tari Gantar No 25 RT 9 Kelurahan Guntung Bontang Utara ini, beranggotakan empat kepala keluarga.

“Dulu limbah karung mudah didapat, kami dulu sering mendapatkan bahan baku (karung) dari perusahaan PT.Melamin namun seiring pabrik itu tutup kini pasokan bahan baku kami dapatkan dari PT. Kaltim Nitrat Indonesie”, ujar Ermawati Ketua sekaligus perintis terbentuknya KSM Anggrek (5/5/2017).

Lebih lanjut Ermawati menceritakan bahwa dari hasil KSM Anggrek memberi nilai tambah ekonomi yang cukup menggembirakan untuk dia dan anggotanya.

Baca Juga :  Dua Sekolah Kejuruan Samarinda Bakal Unjuk Kebolehan Pada Acara Pucuk Cool Jam Festival di Bandung.

“Anak bisa kuliah dan rumah yang saya tempati dan sekaligus jadi workshop kerja ini saya beli hasil dari limbah karung, pesanan baru banyak jika menjelang hari raya idul fitri perusahaan, dinas dan perorangan biasanya banyak yang pesan,” ungkapnya dengan ramah.

Ia mengungkapkan bahwa fokus KSM Anggrek kedepan pada produksi tas, sofenir karna itu lumayan peminatnya, namun untuk tali tas masih kami datangkan dari Jakarta karna di Kaltim belum ada yang menjual dengan kualitas mumpuni.

Layaknya sebuah usaha kecil KSM Anggrek memiliki kendala tersendiri, menurutnya kendala mereka saat ini bukan lagi berupa modal kerja. Karna modal yang ada saat ini dirasa sudah cukup untuk menjalakan aktifitas produksi mereka.

Baca Juga :  Mengenal Jamu Godok Olahan Mahasiswa Unmul, Tingkatkan Imun Tubuh Ditengah Pandemi

“Ya, itu workshop kerja kami sempit, namun baru saja kami dapat bantuan dari PT.KNI sebesar Rp 20juta untuk pembangunan workshop semoga dengan itu produksi bisa lebih meningkat dan berkembang, selain itu memang pemasaran selalu menjadi kendala utama. Semoga pameran kerajian dan usaha kecil di Kota Bontang lebih sering dilakukan jadi kami lebih mudah untuk memasarkan hasil kerajinan kami, sampai saat ini pemasaran kami masih dirumah saja,” pungkasnya. (and)

Report

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

1.150 yang belum di bayar Kata DLH Samarinda

Ribuan Anak Coret Mall SCP