Pembongkaran Pembangunan Median Jalan di Bontang Karena Meresahkan

Arus Lalin di Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Pattimura, yang terpantau ramai lancar setelah pembongkaran (doc. Sulez/Beri.id)

BONTANG – Lurah Kelurahan Api-Api, Bontang, Andiga Mufti Kuswardani, menyampaikan bahwa pembongkaran pembangunan median jalan di simpang Jalan A. Yani menuju Jalan Pattimura, Bontang, dilakukan karena dianggap meresahkan warga setempat.

Bahkan pembangunan itu dinilai tidak efektif bagi pengguna jalan. Dirinya mengaku bahwa pihaknya pernah lakukan mediasi kepada perwakilan warga di kantornya.

“Kita ada pertemuan dengan warga di sekitar rumah sakit tipe D, sampaikan permohonan minta di bongkar,” kata Andiga saat di hubungi awak media melalui sambungan telepon, Selasa (2/2) siang.

Alasannya, jalur alternatif warga yang ingin lewat ke Jalan Pattimura, harus menggunakan Jalan Monamas. Sehingga sering terjadi kemacetan di dalam jalur tersebut.

Baca Juga :  Satpol PP Bontang Pastikan Tidak Ada Pengawalan Khusus Saat Tahun Baru dan Natal

Perwakilan Warga RT. 12 sebanyak delapan orang, dikatakan Andiga akhirnya memutuskan untuk satukan suara dan masukkan laporan ke pihak kelurahan. Namun tidak di tahu pasti waktu laporan yang masuk, hanya dikatakan dua minggu yang lalu.

“Sering terjadi krodid (keramaian) dan akibatkan macet di depan RS tipe D Monamas,” terangnya.

Dari laporan itu, akhirnya pihak kelurahan menyampaikan surat itu ke Pemkot Bontang dan juga tembusan ke kecamatan.

“Keluhannya kami langsung sampaikan ke Sekda dan juga ke Dinas Kesehatan, mengenai keluhan yang ada di masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  1.150 yang belum di bayar Kata DLH Samarinda

Namun dalam proses pembongkaran, pihak kelurahan melimpahkan wewenang itu ke dinas PUPR Bontang. Karena dalam eksekusi pembongkaran pihak kelurahan mengaku tidak dilibatkan. Bahkan, Andiga tidak hadir saat itu.

“Tidak ada koordinasi dengan kami, mungkin langsung dengan dinas terkait,” tegasnya.

“Saya juga tidak ada dapat laporan terkait pembongkaran ini,” sambung Andiga.

Dikonfirmasi, Sekda Bontang Aji Erlynawati nyatakan bahwa pembongkaran itu memang sudah mendapatkan kesepakatan juga dari warga dengan pihak kelurahan.

“Yang jelas sudah ada kesepakatan warga dengan kelurahan,” tegas Sekda yang akrab disapa Iin.

Baca Juga :  AMPG Kaltim Galang Doa Bersama

Sehingga Pemkot memberikan izin untuk dilakukan pengerjaan pembongkaran tersebut. Karena banyak warga yang merasa keberatan.

“Banyak pengguna jalan yang masuk kedalam-dalam itu (Jl. Monamas) jadi merasa terganggu. Sebagai pemerintah tentu kami melayani,” ucapnya. (Esc)

Report

What do you think?

Polda Kaltim Gencarkan Program “Etam Ba-Masker”

Sembunyikan Sabu Dalam Beras, IR Dipolisikan