Tergopoh-gopoh, Setahun Jokowi-Ma’ruf Babak Belur Dihajar Pandemi

JAKARTA – Setahun sudah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin berjalan terhitung sejak dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu.

Kabinet Kerja yang disusun pemerintahan mengalami ujian berat sedari awal. Pemerintahan era ke-2 Presiden Joko Widodo disambut demonstrasi terkait penolakan RUU KPK, RUU KUHP dan beberapa RUU lainnya dipenghujung tahun 2019.

Awal tahun 2020 ujian yang tak kalah hebat datang, pandemi covid-19 memasuki Indonesia yang berimbas pada bertambahnya hutang pemerintah sebagai upaya menyelamatkan diri dari jerat resesi akibat ekonomi yang terkontraksi.

Baca Juga :  Penyelundupan Berkedok Mahar Perkawinan

Merujuk pada data Kementrian Keuangan, proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III berada pada kisaran minus 2,9% sampai minus 1%. Tak sampai disitu, ekonomi nasional berada di kisaran minus 1,7 sampai minus 0,6% hingga akhir tahun.

Kementerian Keuangan juga mencatat jumlah utang pemerintah mrngalami peningkatan signifikan, terhiting sejak Januari-Agustus 2020 utang pemerintah bertambah Rp.777,38 triliun. Hingga Agustus kemarin, total utang pemerintah mencapai Rp.5.594,93 triliun.

Jiks dihitung sejak pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tahun lalu utang pemerintah meningkat 838,8 triliun.

Baca Juga :  UU Cipta Kerja Diketok, Golkar Ucap Terima Kasih

Adapun peningkatan jumlah utang pemerintah dianggap sejalan dengan kebijakan pelebaran defisit anggaran tahun 2020. Defisit fiskal dilebarkan ke level 6,34% setara dengan Rp.1.039,2 triliun dari produk domestik bruto.

Pelebaran ini pun merupakan upaya pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan anggaran penanggulangan covid-19 yang sejauh ini alokasi anggaran penanggulangan covid-19 disertai pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp.695,2 triliun. (AS)

What do you think?

Pembahasan Dua Raperda Ditunda Dalam Paripurna DPRD Bontang, Ini Sebabnya

Matchday Pertama Liga Champions, Poin Rata Untuk Grup E