Tisu dan Sampah Plastik Jadi Penyebab Bocornya Saluran Pipa Pasar Pagi

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani. (Foto: Lisa/beri.id)

BERI.ID – Insiden hujan lebat, Jumat (30/1/2026) yang mengguyur bangunan baru Pasar Pagi Samarinda, menjadi catatan berulang setelah kejadian serupa muncul di awal Januari.

Pada kejadian terdahulu, Sabtu (3/1/2026), curah hujan tinggi juga menjadi penyebab genangan air di lantai 5 hingga lantai 7 Pasar Pagi Samarinda.

Saat itu, air masuk ke dalam gedung karena bagian terluar bangunan tidak memiliki penghalang, sehingga hujan yang disertai angin langsung menerobos masuk sebagai tempias.

Namun kondisi terbaru dinilai jauh lebih berat.

Air hujan tidak lagi masuk dari celah luar bangunan, melainkan meluap dari sistem pembuangan di dalam gedung.

Saluran pipa yang seharusnya mengalirkan air justru menjadi sumber masalah, menyebabkan genangan di area kios dan jalur lalu lintas pedagang.

Sejumlah video yang direkam pedagang memperlihatkan air mengucur dari instalasi pipa dan menyebar ke lantai pasar.

Dalam hitungan menit, lapak-lapak yang berada di titik rawan tak lagi bisa beroperasi.

Pedagang pakaian menjadi kelompok paling terdampak karena barang dagangan berisiko rusak terkena air.

Arus pengunjung menurun drastis, sementara pedagang memilih menutup lapak untuk menghindari kerugian lebih besar.

Kondisi tersebut mendorong sebagian penyewa kios, khususnya di sisi barat gedung, untuk mengambil langkah darurat tanpa menunggu respons pemerintah.

Terpal, plastik penahan air, hingga jaring paranet dipasang di depan kios. Di beberapa lantai, pedagang bahkan berinisiatif menggalang iuran demi membeli perlengkapan pelindung.

Upaya swadaya ini dilakukan agar aktivitas jual beli tetap bisa berjalan di tengah ketidakpastian perbaikan bangunan.

Memberi respon, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, menyebut pihaknya telah melakukan penelusuran awal dan berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek.

“Kami sudah minta kontraktor turun langsung melihat kondisi di lapangan. Penanganan akan segera dilakukan supaya aktivitas pasar tidak terus terganggu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Kata Yama, sapaan akrabnya, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa penyumbatan saluran air menjadi pemicu utama luapan tersebut.

Material sampah ditemukan menghambat aliran pipa dari lantai atas, sehingga air tidak tertampung saat hujan deras.

“Ada benda-benda yang seharusnya tidak masuk ke saluran, seperti tisu dan gelas plastik. Ini membuat aliran tersendat dan air akhirnya keluar dari pipa,” jelasnya.

Disdag memastikan perbaikan teknis akan dilakukan dalam waktu dekat.

Selain pembenahan instalasi pipa, pemerintah juga akan menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh pedagang agar menjaga fasilitas bersama dan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.

“Kami akan sampaikan pengumuman agar semua pihak ikut bertanggung jawab. Perbaikan fisik ditargetkan mulai dikerjakan bulan ini,” tutupnya. (lis)