Wisata Air Sungai Kanibungan, Punya Sensasi Pemandangan yang Berbeda Dari Objek Wisata Lainnya

BONTANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisara, bersama dengan Lurah dan Juri Pariwisata. Menyusuri aliran sungai Kanibungan, Kelurahan Guntung, Bontang Utara.

Dalam kegiatan itu, sejak berangkat dari dermaga, wisatawan sudah di suguhi dengan keberadaan perusahaan besar milik PKT Bontang, dan keberadaan buaya air tawar.

Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Parawisata (Dispopar) Bontang, Bambang Cipto Mulyono, buaya yang kerap muncul saat menyusuri sungai Kanibungan bisa dijadikan sektor wisata, yang masuk dalam katagori ekstrem.

Namun, masyarakat juga wisatawan terlebih dahulu harus mendapatkan edukasi soal pentingnya melestarikan alam, terutama menjaga flora dan fauna yang alami tinggal di kawasan sungai itu.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Subsidi Listrik Golongan 450 VA Dan 900 VA Di Gratiskan !

“Kalo masyarakat masih bisa di edukasi, bahwa buaya itu tidak menganggu manusia, sepanjang kita tidak menganggu,” kata Bambang ditemui usai agenda susur sungai Kanibungan, bersama Tim penilai, Panji-panji Keberhasilan Pembangunan Dari Dinas Parawisata Kalimantan Timur, Kamis (22/10).

Menurutnya hal itu juga sejalan dengan karena konsep sektor Pariwisata, yang konsen kepada lingkungan. Untuk itu, saat ini pihaknya akan lebih dulu menyiapkan Sumber Daya Manusia.

“Makanya Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Guntung ini, kita lakukan pembinaan dulu. Berhubung para Tim Penilai juga konsen terhadap wisata, Ini mnejadi modal untuk menyiapkan segala sesuatunya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ketua Umum Permabudhi Arief Harsono Resmi Lantik Kepengurusan Wilayah Kaltim

Selain itu, kawasan susur sungai bisa menjadi sektor Ekoturisme. ditambah lagi, kawasan guntung masih memiliki nilai-nilai tradisi leluhur yang masih dijaga oleh masyarakat.

Ekoturisme yang dimaksud, yaitu salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

“Diguntung ini tradisi masih terjaga, dan ini yang unik,” tandasnya.

Keberadaan buaya-buaya dan berbagai satwa liar itu, menjadi salah satu nilai tawar yang menonjol untuk wisatawan yang ingin menikmati wisata alam. Kemudian di berikan pemandangan hutan mangrove lebat, yang memanjakan mata pengunjung. (Esc)

Baca Juga :  Wajah Kapolda Kaltim Mulai Tak Asing Di Reklame

What do you think?

Komisi III DPRD Bontang Usulkan Pemanfaatan Air Eks Tambang Sebagai Prioritas

Berstatus Zona Hijau Covid-19, Mahulu Tetap Perketat Jalur Masuk