Banjir Mengepung Bontang, Ini Ancaman Penyakit dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi banjir. ©2020 beri.id
Ilustrasi banjir. ©2020 beri.id

BONTANG – Hujan deras yang melanda Bontang mengakibatkan beberapa daerah terendam banjir. Seperti yang dikabarkan sebelumnya, Kelurahan Api-Api menjadi wilayah banjir dengan palik banyak korbannya.

Sebanyak 12 RT terendam banjir, dan korban sebanyak 692 orang harus rela istrirahat dengan ditemani genangan air.

Kejadian banjir ini, bukan kabar yang baik untuk semua kalangan. Pasalnya, saat banjir seperti ini. Selain harus alami kerugian materi, korban juga terancam dengan penyakit.

Dikutip dari Alodokter, yang jadi website resmi dari Kementerian Kesehatan RI. Dikatakan kalau kondisi seperti ini akan membuat tubuh mudah terserang penyakit.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala penyakit yang muncul saat banjir, dan bagaimana cara mudah mencegahnya.

Berikut ini adalah berbagai jenis penyakit yang sering muncul saat banjir di musim hujan :

  • Flu

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza dan dapat menyebar melalui dahak, ingus, atau air liur yang dikeluarkan saat penderita flu batuk atau bersin.

Seseorang yang terkena flu biasanya akan menunjukkan beberapa gejala, seperti demam, batuk, pegal-pegal, dan sakit tenggorokan. Flu sering kali bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi virus influenza terkadang bisa menimbulkan komplikasi berupa pneumonia.

  • Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Jenis nyamuk ini mudah berkembang biak di genangan air, terutama wadah atau tempat penampungan air. Hal inilah yang menyebabkan kasus DBD sering kali terjadi selama musim penghujan.

Baca Juga :  Pariwisata Lesu, Karyawan Dipastikan Akan Dapat Jaminan Pengamanan Sosial

Penderita DBD dapat merasakan gejala berupa nyeri otot dan tulang, demam, sakit kepala, serta muncul bintik merah di kulit. Jika tidak segera ditangani, penyakit yang sering muncul di saat banjir ini berisiko menimbulkan komplikasi seperti syok dan perdarahan.

  • Malaria

Malaria merupakan penyakit akibat infeksi parasit Plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk Anopheles. Sama seperti nyamuk Aedes aegypti, jenis nyamuk ini juga mudah berkembang selama musim hujan. Inilah yang membuat malaria menjadi endemik di daerah dengan curah hujan tinggi, termasuk Indonesia.

Penyakit malaria dapat menyebabkan seseorang mengalami demam, nyeri tulang dan otot, menggigil, serta lemas. Pada kasus tertentu, malaria bisa menyerang otak dan menyebabkan malaria serebral yang bisa mengancam nyawa penderitanya.

  • Diare

Diare bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Sebagian besar kasus diare bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Namun, diare terkadang bisa cukup parah dan tidak sembuh setelah berminggu-minggu. Diare yang tidak diobati dengan baik juga bisa menimbulkan dehidrasi dan syok karena kekurangan cairan tubuh.

  • Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Penyakit ini dapat menyebabkan munculnya gejala mual, muntah, kelelahan, sakit perut, hilang nafsu makan, dan demam. Pada kasus tertentu, hepatitis A juga dapat menimbulkan sakit kuning.

  • Demam Tifoid

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kuman ini bisa menyebar melalui makanan dan air yang kotor, termasuk air banjir.

Baca Juga :  Belum Setahun Dipakai Gedung SKB Bontang Alami Kerusakan

Orang yang terkena demam tifoid dapat mengalami demam hingga berminggu-minggu dan beberapa gejala lain, seperti nyeri perut, sakit kepala, kurang nafsu makan, konstipasi, dan diare.

Penyakit ini perlu segera ditangani agar tidak membahayakan penderitanya. Jika tidak diobati dengan baik, demam tifoid dapat menyebabkan komplikasi, seperti meningitis, infeksi hati dan kandung empedu, pneumonia, hingga gangguan ginjal dan jantung.

  • Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan melalui urine atau darah dari hewan seperti tikus, anjing, dan sapi. Seseorang juga bisa terkena penyakit ini ketika bersentuhan dengan tanah atau air yang telah terkontaminasi bakteri Leptospira.

Ketika terkena leptospirosis, seseorang bisa mengalami gejala sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, nyeri di bagian betis, dan sakit perut. Pada kasus yang sudah parah, penyakit ini bisa menyebabkan sepsis, gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga gagal napas.

Selain berbagai penyakit tersebut, ada pula penyakit lain yang sering muncul ketika musim hujan tiba, yaitu serangan asma. Cuaca dingin di musim hujan kerap menjadi faktor pencetus kambuhnya gejala asma pada sebagian penderitanya.

Berikut cara mudah mencegahnya, antara lain;

  1. Memperkuat daya tahan tubuh; Dengan sistem imun yang kuat, tubuh akan mampu melawan berbagai kuman dan virus penyebab infeksi. Dengan demikian, risiko terkena penyakit di saat banjir dan musim hujan pun bisa berkurang. Anda bisa memperkuat imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan kaya antioksidan, seperti buah dan sayuran, serta mencukupi waktu istirahat.
  2. Berolahraga secara teratur; Musim hujan bukan menjadi penghalang bagi Anda untuk tetap rutin berolahraga. Hal ini dikarenakan olahraga sangat penting untuk memelihara kebugaran tubuh, sehingga Anda pun dapat terhindar dari penyakit. Ada berbagai jenis penyakit yang dapat Anda lakukan di dalam rumah selama musim hujan, misalnya lompat tali, yoga, push-up, dan sit-up. Anda disarankan untuk rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap harinya atau minimal tiga kali seminggu. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya untuk mencegah kram otot.
  3. Menjaga kebersihan; Menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, atau setelah menyentuh benda kotor, merupakan salah satu langkah utama mencegah berbagai penyakit infeksi. Ketika hendak memasak, pastikan juga bahan makanan dan peralatan memasak dicuci dengan bersih. Selama pandemi COVID-19 ini, Anda juga disarankan untuk tetap menghindari kerumunan, menggunakan masker di tempat umum, dan selalu menjaga jarak fisik.
  4. Menghindari gigitan nyamuk; Saat musim hujan, nyamuk lebih mudah berkembang biak. Kondisi ini menyebabkan risiko terkena DBD pun semakin tinggi.
Baca Juga :  Donna Faroek Larang Awang Ferdian Datang Ke Piala Gubernur

Sebagai bentuk pencegahan, lakukan gerakan 3M, yaitu dengan menutup tempat penampungan air, menguras bak air secara rutin, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menimbulkan genangan air, seperti kaleng dan botol. (Esc)

Report

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0
Rutan Samarinda Terima Puluhan Vaksin Covid-19 Untuk Lansia

Rutan Samarinda Terima Puluhan Vaksin Covid-19 Untuk Lansia

Ketua komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yakub

DPRD Kaltim Dorong Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Kembali Juli