Buaya Laut Selambai, Kembali Memakan Korban

Alfian (13) mendapatkan perawatan, sesaat dirinya diserang buaya di laut Selambai, Lok Tuan, Bontang Utara (doc. Istimewa)

BONTANG – Cerita kejadian penerkaman buaya, seperti kisah tak pernah berujung. Khususnya pada wilayah perairan laut Selambai, di kecamatan Lok Tuan.

Baru-baru ini, kembali tragedi buaya menyerang seorang pelajar SMP yang sedang bersantai di pinggir laut Selambai, Lok Tuan, Bontang Utara. Minggu (27/02) lalu.

Saat hendak berenang bersama dengan temannya, Alfian (13) yang sedang berada didalam air, sekira pukul 14.30. Tiba-tiba kakinya digigit oleh buaya berukuran sekitar empat meter.

Buaya tersebut langsung menyerang di bagian kaki,dan mengakibatkan luka yang membuat kaki Alfian hampir putus.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Yang hilang Belum Ditemukan, Pihak Sekolah Gelar Sholat Berjama’ah

Nasibnya baik, sempat melepaskan diri dari terkaman buaya. Dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Bhabinkamtibmas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri membeberkan, dalam sepekan ada dua orang telah menjadi korban serangan predator buas.

“Ada lagi, hanya selang tiga hari saja,” ucap Bajuri.

Ia mengungkapkan, di Lok Tuan telah banyak yang jadi korban serangan buaya.

Namun khusus untuk di Selambai, pihaknya mencatat telah ada delapan orang jadi korban.

“Sebenarnya di Kelurahan Lok Tuan sudah banyak. Tapi kalau di Selambai ada 8 orang mas,” ujarnya.

Baca Juga :  Rastra Mulai di Distribusikan, Keluarga Miskin Hanya Dijatah Segini

Selain itu ia juga mengungkapkan pada kejadian sebelumnya telah melaporkan ke BKSDA Kalimantan Timur agar segera mengevakuasi buaya tersebut.

Pasalnya buaya tersebut telah sangat meresahkan warga khususnya yang bermukim di kampung atas laut seperti Selambai.

“Saya sudah lapor mas, soalnya sudah sangat meresahkan warga. Walaupun ada plang pemberitahuan, namun kita tidak bisa mengawasi 24 jam orang agar tidak turun ke laut,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, ia pun berharap agar pemerintah segera mengambil langkah solusi agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Iya harus melihat populasi buaya yang banyak dan telah meresahkan warga, pemerintah sebaiknya membuat penangkaran buaya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Partai Berkarya Kota Samarinda, Kaya Kader Berpengalaman

Diketahui, tiga hari sebelumnya tragedi penerkaman buaya pada masyarakat sekitar laut Selambai juga menimpa remaja bernama Muhammad Dzaki Husain (16). Yang berduel melawan buaya berukuran lima meter, dan berhasil selamat dari kejadian tersebut. (Esc)

Report

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

PPKM Bontang Jilid 4, Cafe, Rumah Makan, dan Objek Wisata Dilonggarkan

Muhammad Samsun Dorong Pembebasan Lahan Pelabuhan Ambarawang Laut Dikebut