Ciptakan Peluang Ekonomi, Koperasi Eksis Mulawarman Bangun Ekosistem Bisnis Digital 

Pengurus dan Anggota Koperasi Eksis Mulawarman.

SAMARINDA— Koperasi Eksis Mulawarman mulai memasuki tahapan awal pengembangan ekosistem bisnis alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman dengan mengusung pemanfaatan teknologi informasi sebagai salah satu fondasi utama pengembangan koperasi.

Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Anggota Koperasi Eksisten Mulawarman yang dilaksanakan, di Aula Sekretariat Koperasi Eksis Mulawarman, Jalan M. Yamin, Samarinda, (25/08/2026).

Rapat anggota ini menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan rencana bisnis koperasi yang secara resmi didirikan pada 10 Juli 2026 berdasarkan Akta Pendirian Koperasi.

Meski baru berdiri, Koperasi Eksis Mulawarman sejak awal dirancang dengan visi yang lebih luas, bukan hanya menjadi wadah ekonomi anggota, tetapi menjadi platform kolaborasi dan pengembangan bisnis bagi alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman dari berbagai generasi.

Membangun Ekosistem Alumni Lintas Generasi

Kekuatan utama Koperasi Eksis Mulawarman adalah jejaring alumni yang tersebar dalam berbagai bidang profesi dan dunia usaha.

Alumni FEB Universitas Mulawarman dari berbagai angkatan, mulai dari generasi alumni tahun 1970-an hingga generasi terbaru, memiliki pengalaman, kompetensi, usaha, jaringan dan sumber daya yang sangat beragam.

Potensi tersebut ingin dihimpun dalam sebuah ekosistem yang memungkinkan alumni saling

terhubung, berkolaborasi dan menciptakan peluang ekonomi bersama.

Ketua Koperasi Eksis Mulawarman, Muhammad Samsun, mengatakan bahwa koperasi dibangun dengan perspektif yang lebih luas daripada sekadar menghimpun anggota dan menjalankan kegiatan usaha.

“Koperasi Eksis Mulawarman kami bangun sebagai rumah bersama bagi alumni. Kami ingin kekuatan alumni yang selama ini tersebar di berbagai bidang dapat dipertemukan dalam sebuah ekosistem yang produktif. Ada alumni yang memiliki bisnis, ada yang memiliki jaringan, ada yang memiliki keahlian dan pengalaman. Jika semua potensi itu dapat kita hubungkan, maka akan lahir peluang-peluang baru yang memberikan manfaat bagi anggota dan lingkungan yang lebih luas.” katanya.

Menurut Samsun, perbedaan generasi justru merupakan kekuatan yang harus dimanfaatkan. Alumni dan senior memiliki pengalaman dan jaringan yang luar biasa, sementara generasi yang lebih muda membawa energi, kreativitas dan penguasaan teknologi. Koperasi ingin menjadi jembatan di antara generasi tersebut.

“Semangatnya sederhana, dari alumni, oleh alumni, untuk masa depan Alumni,” jelasnya.

Teknologi Menjadi Fondasi Pengembangan Koperasi 

Koperasi Eksis Mulawarman menyadari bahwa koperasi generasi baru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, pemanfaatan teknologi informasi akan diterapkan dalam berbagai aktivitas koperasi, mulai dari penjaringan dan pendaftaran anggota, pengelolaan data anggota, komunikasi dan layanan anggota, hingga pengembangan model bisnis.

Sekretaris Koperasi Eksis Mulawarman, Suparmin, menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan bagian dari strategi koperasi untuk membangun sistem yang lebih efektif dan mampu menjangkau anggota secara lebih luas.

“Kami tidak ingin membangun koperasi dengan pola konvensional saja. Sejak awal kami mencoba menyiapkan sistem yang memungkinkan proses keanggotaan, komunikasi, layanan dan aktivitas bisnis dilakukan secara lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi. Ini penting karena anggota kami berasal dari berbagai generasi dan memiliki aktivitas yang tersebar di berbagai tempat.” pungkasnya.

 

Exit mobile version