Dari Desa Pela, Sulap Eceng gondok Jadi Buah Tangan

Kerajinan tangan masyarakat desa wisata Pela, Kecamatan Kota bangung, Kukar. Berbahan baku dari Enceng Gondok (foto:ist)

KUTAI KARTANEGARA – Potensi alam yang ada selalu jadi manfaat jika dikelola oleh tangan-tangan kreatif sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat.

Keberadaan eceng gondok yang dinilai menjadi gulma dan merusak lingkungan air, pun harus dimusnahkan. Bagi masyarakat Desa wisata Pela, Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Keberadaan Eceng Gondok dimanfaatkan menjadi buah tangan untuk para pelancong.

Tanaman pengganggu di Danau Semayang seluas 13.000 hektare yang menjadi tempat berkembangnya Pesut Mahakam. Disulap menjadi kerajinan tangan demi meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Itu tanaman liar, kemudian kita ambil lalu dikeringkan. Itu kita jadikan sandal dan tas juga kotak tisu” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, Alimin dikonfirmasi melalui telepon seluler, (03/11/20).

Baca Juga :  Peringati May Day, SBSI Beberkan Perusahaan Nakal Merugikan Karyawan

Pengembangan industri enceng gondok ini karena potensi bahan bakunya mudah didapatkan, mengingat wilayah desa Pela mempunyai banyak Danau.

Untuk pengolahanya, desa tersebut pernah mendapat bantuan alat teknologi terapan untuk pengolahan eceng gondok dari program kerjasama Dinas Lingkungan Hidup dan dan Forum Danau.

Hanya saja kata Alimin, pelatihan pemanfaatan mesin hingga teknik pengolahan produknya terbilang singkat, sehingga masih butuh pelatihan lebih spesifik lagi untuk memulainya.

“Pengrajinya kan beberapa orang aja, pelatihan dulu juga hanya tiga hari. Jadi masih terbatas,”ungkapnya.

Baca Juga :  Jalan Umum Jadi Hauling, Truk Pengangkut Batu Bara Terguling Tutupi Ruas Jalan

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Enceng Gondok tersebut dikelola oleh karang taruna, Pokdarwis dan PKK setempat.

Hingga saat ini, hasil industri kreatif tersebut belum dipasarkan hingga keluar daerah. Pasalnya mereka baru memasarkan kepada pelancong. Itu pun selalu habis terjual sebagai oleh-oleh para wisatawan.

“Baru disini aja, dijual kepada wisatawan yang berkunjung,”imbuhnya.

Jelas saja, desa wisata ini selalu ramai para pelancong. Karena mmiliki daya tarik tersendiri bagi para traveler.

Desa ini merupakan surga pesut Mahakam. Memiliki Objek wisata Danau Semayang yang menjadi habitat Pesut Mahakam atau Orcaella brevirostris. (Fran)

Report

What do you think?

Presiden Teken UU Cipta Kerja, Ada Kejanggalan!

Ketua DPRD Bontang Panggil BPJS Ketenagakerjaan Untuk Bahas Penyaluran BLT