Jatuh Saat Turun dari Puncak Rinjani, Pendaki Asal Malaysia Dievakuasi Pakai Helikopter

BERI.ID – Upaya pelaksanaan evakuasi medis udara (EMU) terhadap seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di Gunung Rinjani, Lombok Timur, akhirnya berhasil diselesaikan pada Selasa (26/05) pagi. Korban yang terjatuh saat turun dari puncak menuju Plawangan tersebut dievakuasi menggunakan helikopter untuk langsung diterbangkan menuju rumah sakit di Bali.

Sebelumnya, Kantor SAR Mataram menerima laporan pada Senin (25/05) mengenai adanya pendaki asal Malaysia yang terjatuh. Korban dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Sebagai tindakan awal, korban langsung dievakuasi oleh porter dan guide menuju Plawangan 2 Sembalun.

Menanggapi laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram segera dikerahkan ke lokasi. Demi mempercepat proses penanganan medis, satu unit helikopter milik PT SGi Air Bali dikerahkan langsung dari Bali.

Namun, setibanya di lokasi pada Senin sore, kru helikopter menghadapi kendala kabut tebal yang menyelimuti kawasan Plawangan 2 Sembalun. Meski pilot telah mencoba bermanuver mencari celah, jarak pandang yang sangat terbatas memaksa helikopter untuk kembali ke pangkalan di Bali demi keselamatan penerbangan.

Berdasarkan rekomendasi medis dari tim Nusa Medica Clinic, diputuskan agar korban tidak dipindahkan sementara waktu guna menjaga stabilitas kondisinya. Selama masa penundaan tersebut, korban tetap berada dalam pengawasan intensif oleh perawat serta tim SAR gabungan yang berjaga di lokasi.

Kepala Kantor SAR Mataram selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, menyatakan bahwa pihaknya memprioritaskan keselamatan korban dan kru.

“Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman,” jelas Hariyadi.

Kondisi cuaca yang membaik pada Selasa (26/05) pagi akhirnya memungkinkan helikopter PT SGi Air Bali untuk kembali beroperasi. Helikopter lepas landas (take off) pukul 08.05 WITA dari Lapangan Sembalun menuju Plawangan 2 Sembalun untuk menjemput korban.

Setelah persiapan selesai, korban segera dipindahkan ke dalam helikopter dan diterbangkan menuju Bali pada pukul 08.17 WITA. Helikopter berhasil mendarat di helipad Benoa, Bali, pada pukul 09.05 WITA. Korban kemudian langsung dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur, Bali, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Keberhasilan operasi SAR ini merupakan hasil sinergi solid antara Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), PT SGi Air Bali, Nusa Medica Clinic, BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, serta para porter dan guide yang sigap menjaga kondisi korban selama di gunung.

Exit mobile version