Kegalauan Sekolah Saat Hadapi Kebijakan Yang Tak Menentu Ditengah Pandemi Covid-19

BONTANG – Situasi pandemi, memaksa banyak pihak untuk berfikir keras demi terselenggaranya kepentingan bersama. Salah satunya saat ini yang paling disoroti adalah sektor pendidikan.

Sekolah-sekolah saat ini harus dapat mempersiapkan kebutuhan belajar anak didiknya, baik secara luring maupun daring.

Semenjak dikeluarkannya SKB empat menteri, perihal pelaksanaan di mulainya pembelajaran tatap muka. Dengan memberikan wewenang kepada Kepala Daerah, Kepala Dinas, Guru, dan Orang tua murid untuk memutuskan melaksanakan surat dari kementerian tersebut.

Sekolah pun akhirnya berusaha keras dalam mempersiapkan sarana dan prasarana untuk terpenuhinya kebutuhan sekolah tatap muka.

Baca Juga :  Selain Reses, Rudi Mas'ud Akan Hadiri Musda DPD II Golkar Bontang

Seperti halnya dengan yang dipersiapkan pengurus sekolah dalam menerapkan proses belajar mengajar pada metode pembelajaran tatap muka (PTM), yang di mulai Januari 2021 ini, salah satunya sekolah SMPN 01 Bontang Kuala, Bontang Utara.

Waka Kesiswaan SMPN 01, Muri Mukhrianto mengatakan, saat diperbolehkan pembelajaran tatap muka, pihaknya sudah mempersiapkan protokol kesehatan.

“Sebenarnya kami siap saja,” ujarnya saat di temui di SMP Negeri 1 Bontang, Jl. Kapt. Piere Tendean, pada Rabu (6/1) siang.

Pihaknya juga sudah mengatur jumlah siswa dan waktu belajar setiap sesinya.

Baca Juga :  4 bulan Tak dibayar, Ratusan Guru Satroni PEMPROV Kaltim

Setiap minggu, dari 22 kelas yang ada dibagi menjadi 4 kelompok. Dan satu kelompok full masuk satu minggu. Serta dibagi menjadi tiga sesi pembelajaran perharinya.

Kesiapan lainnya, seperti menyetting pintu keluar masuk pagar siswa. Siswa masuk dan keluar lewat pagar di mana saja pun sudah diatur.

Serta wastafel, dan termometer pun sudah disiapkan.

Dikatakannya juga, dari survei dengan pengisian angket kepada orang tua. Lebih dari 50 persen orang tua setuju diberlakukan kembali sekolah luring.

Baca Juga :  Ramai Deklarasi, Team A'SRI Siap Menangkan ADIBAS

“Sekitar 80 70 persen, mereka (orang tua) setuju anaknya masuk sekolah,” ujarnya lagi.

Pihaknya pun berharap proses belajar mengajar secara tatap muka. Namun, yang menjadi kendala saat ini adalah meningkatknya kasus covid-19. Imbasnya, sekolah luring kembali di tunda.

“Keadaannya memang sekarang grafiknya naik, dan kami memahami itu,” terangnya.  (Esc)

Report

What do you think?

Patroli Sambang, Brimob Batalyon A Pelooir Ajak Masyarakat Balikpapan Jaga Kamtibmas Dan Laksanakan Protokol Kesehatan

Angkringan Asyik Di Balikpapan, Dikelola Para Pemuda Menunya Murah Meriah