Kreatif! Pemuda Desa Muara Muntai Ulu Ini Ubah Barang Bekas Bernilai Ekonomis

Jam didnding hasil Karya Wahyuddin Noor di RG Gallery Creative Muara Muntai, Kukar. (Ist)

KUTAI KARTANEGARA – Ditangan kreatif anak muda asal Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara dapat merubah limbah barang bekas memiliki nilai seni dan ekonomis.

Tak tanggung-tanggung, atas sentuhan tanganya limbah atau barang bekas berbahan baku pipa paralon, Wahyudin Noor, dapat membuat sebuah kerajinan jam dinding serta pot bunga hingga hiasan dinding yang unik dan bernilai seni tinggi.

Pria yang akrab disapa Ding ini menuturkan, untuk proses pembuatannya sendiri terbilang “gampang dan sulit” karena penuh kehati-hatian agar bisa menghasilkan karya seni kerajinan yang unik.

“Proses pertama ini dimulai dari pemotongan dan membelah pipa paralon dengan menggunakan api untuk membakar pada bagian yang ingin digunakan. Tak hanya itu, untuk membentuk pipa menjadi kerucut pipa juga dibakar lalu dibelah sedikit menggunakan pisau yang tajam,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ajak Semua Pihak Genjot Industri Film

Lebih lanjut Wahyudin Noor menjelaskan, setelah sudah terbentuk, kemudian pipa diampalas serta dipernis untuk menghasilkan karya seni yang unik dan bernilai tinggi.

“Dari beberapa proses pembuatannya, saya hanya menggunakan alat semi modern dan manual saja dan membutuhkan waktu selama 60 menit,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Wahyudin Noor juga mengaku, sejak berdiri lima bulan lalu usaha kerajinan miliknya itu banyak menerima pesanan dari warga setempat.

Selain membuat kerajinan dari pipa paralon, Gallery RG Creative milik Wahyudin Noor ini juga membuat ukiran dari bahan kayu palet, tak jarang hasil karya kerajinan tersebut menjadi incaran bagi warga.

Baca Juga :  Masker Sulam Tak Sekedar Kiat Jitu Dari Resesi

Karya Wahyuddin Noor di RG Gallery Creative Muara Muntai, Kukar.

“Meski sedikit menemukan kendala untuk mendapatkan bahan baku, namun kami selalu berusaha untuk memenuhi permintaan pemesanan dari warga,” terangnya.

Untuk mempermudah proses pembuatan, Wahyudin Noor juga memberdayakan para pemuda di Kecamatan Muara Muntai, dan diharapkan agar kretivitas serta inovasi yang dimiliki untuk menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan, sehingga hasil karya kerajinan tersebut dapat bersaing dengan daerah lainnya.

Untuk harga karya kerajinan pipa paralon itu dibandrol Rp50.000,- hingga Rp100.000,-, namun tergantung motif serta tingkat kesulitan yang diinginkan oleh pemesan.

Baca Juga :  Anjat, Kerajinan Tangan Berbahan Rotan Berkembang Jadi Cinderamata di Kukar

Bagi anda yang ingin berkunjung dan memesan kerajinan dari pipa paralon maupun ukiran kayu, silakan datang saja ke Gallery RG Creative di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, dan tempat tersebut dibuka dari pagi hingga malam hari.

Kreatifitas warga seperti Wahyudin Noor merupakan kebanggaan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Apalagi diera pandemi covid-19 di mana terjadi pembatasan untuk mencegah penularan virus. Walaupun pandemi, warga diharapkan tetap kreatif walau bekerja dari rumah masing-masing. (Fran)

What do you think?

California Fires: This Is What Happens When You Breathe In Smoke

Supir Angkot Tewas Gantung Diri, Di Papan Reklame Kosong