Kualitas Alat Bukti Penetapan Tersangka Dua Aktifis Mahasiswa Samarinda Dinilai Lemah

SAMARINDA – Kuasa hukum dua aktifis mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka setelah aksi menolak UU Omnibus Law beberapa waktu lalu menilai kualitas alat bukti penetapan mereka sebagai tersangka, lemah.

Hal itu diungkapkan setelah sidang pra peradilan kedua mahasiswa tersebut yang berlangsung pada, Selasa (15/12/2020).

“Kami menggali alat bukti tersangka. Kami melihat kualitas alat bukti sebelum dan penetapan tersangka tak penuhi syarat,”kata Penasihat hukum (ph) WJ, Indra Russu.

Sidang pra peradilan siang itu menghadirkan saksi ahli dari pemohon yakni, Ahli Hukum acara pidana dari fakultas hukum Unmul, Orin Gusta Andini.

Baca Juga :  Langgar Prokes Covid-19, Warga Bontang Di Rekam & Ucap Janji Tidak Ulangi Kesalahan

Indra menjelaskan, Ada 32 daftar bukti yang diserahkan kepolisian dalam sidang pra peradilan tersebut. Sidang pra praperadilan kesimpulan akan dilanjutkan hari ini, Rabu (16/12/2020).

Sementara itu pengajuan sidang pra pradilan FR hari ini tertuda lantaran satu dan lain hal.

Sidang Diwarnai Aksi Demonstrasi

Bersamaan dengan sidang itu, aksi solidaritas juga berlangsung didepan kantor pengadilan Kaltim.

Mahasiswa yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Kaltim Mengguggat (Mahakam), mulai menggelar aksi sejak pukul 10.00 Wita.

Mereka mendesak dua aktivis rekannya berinisial WJ dan FR, yang ditangkap saat melakukan aksi penolakan undang undang cipta kerja omnibuslaw di depan kantor DPRD Kaltim pada tanggal 5 November 2020 lalu dibebaskan.

Baca Juga :  Dua Orang Peserta Demo di DPRD Kaltim Ditetapkan Tersangka, Tim Kuasa Hukum Tempuh Jalur Praperadilan

Selain itu, para mahasiswa menuntut agar aparat berhenti melakukan tindakan represif kepada gerakan rakyat.

humas Aliansi Mahakam, Iksan Nopardi menuturkan, aksi yang dilakukan ini pada tanggal 15 desember 2020 ini, merupakan aksi unjuk rasa ke-13 kalinya.

“Ini adalah aksi solidaritas terhadap dua kawan kami, yang menjalani pra penjelaskan, Ada 32 daftar bukti yang diserahkan kepolisian dalam sidang pra peradilan tersebut,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya dua aktivis mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Samarinda. Kedua mahasiswa atas nama WJ dan FR.

Baca Juga :  PRIMA, Partai Baru Yang Digadang-gadang Sebagai Kekuatan Politik Alternatif

Polresta Samarinda menahan WJ dengan pasal dugaan penganiayaan, sementara FR dituduh membawa sajam jenis badik.

(Fran)

Report

What do you think?

Golkar Kaltim Menang 60% pada Pilkada 2020, Namun Bontang Beda Cerita

Resmi Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kaltim, M Udin Siap Perjuangankan Aspirasi Warga Pesisir