Maksimalkan Server Yang Nganggur, Guru SMP 1 Bontang Bangun Website Untuk PJJ

Waka Kesiswaan SMP Negeri 1 Bontang Muri Mukhrianto. (Sulaiman/beri.id)

BONTANG – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah masa pandemic Covid-19, menuntut sekolah dapat maksimal dalam mentransfer ilmu yang dituntut dalam sebuah kurikulum.

Dalam hal itu, maka seluruh pengurus sekolah di SMP Negeri 1 Bontang inisiatif untuk membuat sendiri website yang membantu proses belajar selama murid jalani masa pandemic.

Dengan memanfaatkan server yang pernah di pakai saat Ujian Nasional tahun lalu, tim yang dibentuk sekolah akhirnya mampu membuat website www.smp1btg.ip-dynamic.com dari aplikasi Learning Management System (LMS) Chamilo, pihaknya mampu memberikan pembelajaran walau dalam bentuk mikro teaching.

Waka Kesiswaan SMPN 01, Muri Mukhrianto mengatakan, pembelajaran jarak jauh dengan aplikasi LMS Chamilo masih dalam bentuk web, dan hanya bisa diakses oleh siswa SMPN 01 yang sudah diberikan user id dan password masing-masing siswa.

Baca Juga :  Balikpapan Resmi Berlakukan PPKM Hingga Dua Pekan Kedepan

“Jadi sebelum dimulai, siswa sudah di daftarkan nama untuk pembuatan akunnya,” ucapnya saat ditemui di lobi SMPN 01, Kamis (07/01).

Dikatakannya, pembelajaran melalui LMS Chamilo sudah sejak dari semester pertama di masa pandemi Covid-19.

Adapun kendala dalam server ini, apabila kapasitas internet melebihi dari 100 mbps maka server otomatis akan mengalami gangguan alias error.

Karena terbuat dari server dengan spesifikasi sederhana, maka hanya bisa diakses kurang dari 100 siswa.

Dengan melayani 700 siswa, pun pihaknya membagi menjadi tiga server. Dengan pembagian satu server satu angkatan.

Baca Juga :  Kadivpas Kemenkumham Kaltim Bekali Tusi 21 CPNS periode 2019

Walau syarat kapasitas internet normalnya 300 mbps per server, namun tidak diperbolehkan bagi sekolah. “Kita ajukan begitu memang tidak boleh, dari BOS nasional tidak bisa spek terlalu tinggi,” ujarnya.

Dengan begitu, dilakukan penjadwalan dalam mengakses aplikasi. Guna mencegah terjadinya gangguan pada server.

“Jadi belajar dan ulangan tidak bersamaan, karena kemampuan server menolak dengan kapasitas 700 siswa,” tuturnya.

Mengantisipasi program aplikasi yang di buatnya down, pihaknya tetap menggunakan aplikasi tambahan dari Ruang Guru. Yang secara isian materi kurang lebih sama dengan yang mereka miliki. (Esc)

Report

What do you think?

Terminal Type B Bontang Kurang Layak, Dishub Bontang Serahkan Ke Provinsi

DKC Garda Bangsa Meminta Anggaran HUT Kota Balikpapan Dialihkan Untuk Tangani Covid-19