JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, secara resmi membuka agenda penguatan organisasi bagi jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) pengurus daerah se-Indonesia. Dalam forum yang digelar di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis (16/4), Megawati memberikan arahan tegas mulai dari kedisiplinan kader hingga pengelolaan keuangan partai.
Hadir mendampingi Megawati, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto beserta jajaran DPP lainnya seperti Djarot Saiful Hidayat, Yasonna H. Laoly, Ahmad Basarah, hingga Said Abdullah. Acara ini diikuti oleh ratusan pengurus daerah baik secara luring maupun daring melalui Zoom.
Fokus pada Ideologi dan Pemenangan Pemilu 2029
Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa materi penguatan organisasi ini mencakup aspek ideologi, geopolitik, hingga manajerial. Tujuannya adalah memastikan fungsi organisasi berjalan optimal demi kepentingan rakyat.
“Materi mencakup aspek ideologi, Pancasila, hingga kepemimpinan agar organisasi semakin optimal,” ujar Djarot, Jumat (17/4/2026).
Senada dengan itu, Hasto Kristiyanto menekankan bahwa Sekolah Partai adalah kawah candradimuka untuk pelembagaan ideologi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah modal utama menuju Pemilu 2029.
Peringatan Keras: Turun ke Bawah dan Jangan Korupsi
Dalam pidatonya, Megawati memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak maksimal bekerja di lapangan. Ia menegaskan bahwa politik adalah alat untuk memahami kehidupan rakyat, bukan sarana memperkaya diri.
“Saya akan memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak mau bekerja maksimal. Dilarang korupsi. Turun ke bawah, rasakan denyut kehidupan rakyat,” tegas Presiden ke-5 RI tersebut.
Soroti Geopolitik Global dan Penghematan Anggaran
Megawati juga membedah situasi global, khususnya dampak konflik Iran-Israel di Selat Hormuz yang berpotensi menggoyang ekonomi nasional. Ia menginstruksikan kepala daerah dari PDIP untuk segera melakukan terobosan kebijakan.
- Penghematan Anggaran: Mengedepankan skala prioritas dan urgensi.
- Ketahanan Pangan: Memastikan stok pangan rakyat aman.
- Padat Karya: Mobilisasi kerja untuk menjaga daya beli masyarakat.
- Tata Kelola Keuangan: Bendahara Dilarang ‘Ngekep’ Uang
Terkait internal partai, Megawati menyoroti spesialisasi peran pengurus. Ia secara khusus memberikan instruksi tegas kepada para bendahara agar profesional dalam mengelola dana organisasi.
“Khusus bendahara, uang jangan dikekep (dipegang) sendiri. Kita punya tabungan dana abadi. Tata kelola keuangan harus benar. Saya sebagai Ketua Umum bahkan tidak pernah menyentuh uang organisasi, karena itu tugas bendahara,” jelas Megawati.
PDIP sebagai Penyeimbang di Luar Kabinet
Megawati juga mengingatkan posisi strategis PDIP saat ini sebagai penyeimbang yang berada di luar kabinet pemerintahan. Status ini menuntut kader untuk ekstra disiplin, taat hukum, dan kreatif dalam membantu rakyat melalui program nyata, seperti penanganan stunting dan ketahanan pangan keluarga.
Sebagai bagian dari kedisiplinan, Megawati mewajibkan seluruh pengurus daerah mengadakan rapat rutin setiap hari Selasa dengan sistem absensi yang ketat.
“Kemenangan bagi kita bukan sekadar elektoral, tapi ketika rakyat merasakan keadilan. Saya ingin partai ini tetap tegak menjadi sokoguru bagi negara dan bangsa,” pungkasnya. (Red)

