Multiplayer Effect CBD Tenggarong, Ekonomi Kreatif, Pariwisata Hingga UMKM

Tugu CBD Kabupaten Kukar Tenggarong (Jifran/beri.id)

KUTAI KARTANEGARA – Proyek pembangunan Central Business District  (CBD) di Kutai Kartanegara dilanjutkan pembangunannya setelah tertunda selama tiga tahun.

Terletak dipintu masuk kota Tenggarong, kawasan ini disebut akan dijadikan sebagai pusat kreatif (Creative Hub).

Proyek yang terhampar di lahan seluas hampir 18 hektare tersebut. Meliputi Taman Kota Raja, pentas seni terbuka, kawasan UKM, air mancur, jembatan penyebrangan orang (JPO).

Tahun ini Pemkab Kukar berencana akan menyelesaikan beberapa titik pembangunan CBD.

Jelas saja, kehadiran CBD akan memberi multiplayer effect bagi kabupaten Kukar. ini juga akan terintegrasi dengan fasilitas pariwisata.

Baca Juga :  Asa UMKM Kukar Tahun 2021, Ijin Usaha Bakal Lebih Mudah

“CBD Tenggarong terintegrasi dengan fasilitas wisata seperti Jam Bentong. Ada jembatan di bawah serta diorama yang bisa kita fungsikan sebagai museum Jembatan Kutai Kartanegara,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar Witontro.

Tenggarong sebagai ibu kota kabupaten, memang memiliki sejumlah objek wisata yang bisa terdongkrak lewat kehadiran CBD Tenggarong. Terintegrasi dengan kawasan tepian yang selama ini menjadi andalan rekreasi warga.

Terlebih dalam radius yang tak terlalu jauh, juga terdapat Pulau Kumala yang saat ini juga sedang tahap pengembangan.

Baca Juga :  APBD 2021, DPRD Prioritaskan Siaga Dini Bencana Di Daerah Pesisir Bontang

Kawasan kuliner dengan konsep pusat jajanan serba ada alias pujasera juga mengemuka dalam rencana pembangunan. Hal itu akan memberi efek domino pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Oh itu pasti ada efeknya,” kata Dianto, Kabid Usaha Mikro, Dinas UMKM dan Koperasi Kukar, dikonfirmasi Selasa (24/11/20).

Mulanya dikawasan tersebut sudah ada sejumlah pelaku UMKM. Namun karena Covid-19, sementara mereka dihentikan berjualan. Hal ini kata Dianto membuat penghasilan mereka menurun.

“Sebelumnya dilarang jualan karena Covid-19. Sudah jelas pasti pendapatanya berkurang. Sekarang lagi ramenya, yang jualan,”kata dia.

Baca Juga :  Temukan Kesepakatan Soal Lahan, DPRD Segera Selesaikan Banjir Loktuan

Menurutnya dibawah naungan komunitas dari lokasi tersebut, setidaknya terdapat sekitar 20an pelaku UMKM yang berjualan disana.

Bukan tidak mungkin, jika kawasan kuliner dalam area CBD ini sudah jadi. Akan mendongkrak pelaku UMKM dengan jumlah lebih banyak lagi.(Adv/Fran)

What do you think?

Masih Seksi, Kebutuhan Batu Bara Bakal Meningkat Sampai 2040

Asa UMKM Kukar Tahun 2021, Ijin Usaha Bakal Lebih Mudah