BERI.ID – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menilai bahwa fasilitas dan lanskap Sekolah Terpadu sudah sangat baik, dengan memberikan penilaian 9,7 dari skala 10 terhadap kualitas fisik bangunan dan tata lingkungan sekolah tersebut.
Namun, ia mengakui bahwa masih ada beberapa hal bersifat minor yang perlu disempurnakan dalam sisa masa kontrak maupun selama periode pemeliharaan.
“Lanskap dan fasilitasnya sudah top. Kalau ada pembenahan, itu sifatnya sangat minor dan bisa kita selesaikan dalam waktu dekat. Minggu depan akan kita evaluasi hasil kunjungan ini secara menyeluruh,” ungkap Andi Harun, usai tinjauan, di Kawasan Sekolah Terpadu Jalan Loa Bakung, Kamis (24/7/2025).
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Andi Harun menekankan pentingnya peran sekolah ini sebagai pusat pembinaan generasi muda Samarinda.
Ia menyebut sekolah terpadu ini harus menjadi kawah candradimuka dalam mencetak generasi emas, siswa-siswi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, termasuk penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris, tetapi juga unggul dalam etika, moral, dan budi pekerti.
“Sekolah ini harus menghasilkan anak-anak Samarinda yang great secara akademik dan excellent dalam perilaku. Mereka harus menghormati guru, menjunjung tinggi etika, dan memiliki akhlak mulia,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menitipkan pesan kepada kepala sekolah dan seluruh guru untuk menjadi teladan yang baik setiap hari.
“Cara kita berkomunikasi, berinteraksi dengan siswa, itu semua dilihat dan dicontoh oleh mereka. Jangan sampai anak-anak melihat hal-hal yang buruk di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Senada dengan arahan Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyampaikan bahwa beberapa catatan hasil tinjauan Wali Kota akan segera ditindaklanjuti.
Beberapa aspek teknis seperti kebersihan sisa cat, batu-batu yang belum dirapikan di taman, serta kerapian paving block akan diperbaiki hingga akhir kontrak.
“Pak Wali menginginkan setiap sudut sekolah ini terlihat rapi dan terdesain dengan baik. Misalnya taman, bukan hanya ditanami rumput, tapi juga harus bersih dari batu dan sisa material. Termasuk lapangan upacara juga menjadi perhatian beliau. Semua itu akan kami sempurnakan secara optimal,” papar Asli.
Ia menambahkan bahwa karena sekolah ini cukup besar, wajar jika ada beberapa hal yang masih harus dikoreksi.
Terkait pengawasan tenaga pendidik, Disdikbud telah melakukan pendampingan sesuai regulasi.
Selain itu, sekolah ini juga didampingi oleh Mentari Group untuk memperkuat mutu pengajaran, khususnya dalam penguatan bahasa asing dan pendidikan karakter.
“Aspek akademik memang penting, tapi karakter dan attitude siswa juga sangat diperhatikan. Itulah yang menjadi keinginan kita semua, agar sekolah ini tidak hanya melahirkan siswa pintar, tapi juga siswa yang berakhlak mulia,” lanjutnya.
Proses belajar-mengajar di Sekolah Terpadu ini sudah berjalan sejak awal tahun ajaran baru, dan secara makro mengikuti standar pendidikan nasional.
Namun, ke depan akan ada penguatan tambahan, terutama dalam aspek kebahasaan dan pendidikan karakter.
Bahasa Inggris menjadi salah satu fokus utama, dan kemungkinan juga akan dikembangkan ke bahasa asing lain seperti Mandarin, tergantung perkembangan.
Sementara itu, Kepala SMA Prestasi Samarinda, Aris Abdillah, menyampaikan sekolah terpadu ini merupakan gabungan dari tiga jenjang pendidikan dalam satu kawasan, yakni SD Negeri 028 Sungai Kunjang, SMP Negeri 16 Samarinda, dan SMA Prestasi Samarinda.
Jumlah rombongan belajar yang tersedia mencakup 18 kelas untuk SD, 9 kelas untuk SMP, dan 9 kelas untuk SMA. Namun saat ini baru 2 kelas yang terisi di jenjang SMA.
Untuk jenjang SD dan SMP, target tersebut telah terpenuhi sepenuhnya, masing-masing dengan 75 siswa. Namun, untuk jenjang SMA, dari target 75 siswa, hingga kini baru terpenuhi sebanyak 27 siswa saja.
Disampaikan Aris, Wali Kota telah mengunjungi ketiga bangunan dan mengecek langsung berbagai fasilitas, mulai dari lobi, kafetaria, ruang kelas, hingga berdialog langsung dengan siswa menggunakan bahasa Inggris.
“Anak-anak kami bisa menjawab dengan baik, menggunakan Bahasa Inggris. Ini membuktikan bahwa visi sekolah untuk unggul secara global mulai bisa diterapkan,” kata Aris.
Ia juga menekankan dua pesan utama dari Wali Kota, yaitu pentingnya unggul di bidang akademik dan kuat dalam karakter.
Ia menilai, sebagai pendidik, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang bermoral tinggi.
“Pak Wali tadi mengatakan bahwa kita ini tidak kekurangan orang pintar, tapi kadang kekurangan orang jujur. Itu jadi refleksi kita semua. Di sekolah ini, kami berupaya membentuk siswa yang punya integritas, punya moral, dan punya sopan santun dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Jumlah guru di SMA Prestasi saat ini mencapai 17 orang, dengan tambahan 4 staf tata usaha dan 1 kepala sekolah, sehingga total tenaga kependidikan mencapai 22 orang.
“Mudah-mudahan kuota bisa terpenuhi. Kami sedang berproses dan tetap menunggu arahan dari dinas terkait. Kami yakin, dengan dukungan penuh dari pemerintah, sekolah ini bisa menjadi model pendidikan unggulan di Samarinda,” tutupnya.
Untuk ke depan, pihak sekolah juga masih menunggu pendampingan lanjutan dari Mentari Group dalam hal kurikulum dan materi pengajaran. (lis)