Soal Jalan Poros Samarinda – Balikpapan Yang Amblas, Samsun: Kita Koordinasikan Dengan BPJN

Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim. (Jifran/beri.id)

SAMARINDA – Ruas Jalan poros Samarinda-Balikpapan tepatnya di Kilometer 12 Jalan Soekarno-Hatta Km Kecamatan Loa Janan Kutai Kartanegara, amblas hampir pada setiap sisinya.

Kondisinya yang demikian cukup membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas diatasnya.

Wakil ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengaku telah mengetahui kondisi amblasnya jalan tersebut. Dari laporan warga. Dan telah berkoordinasi dengan Balai untuk segera mencarikan solusi.

“Untuk (jalan) amblas Kita Kordinasi dengan Balai (BPJN). Saya baru tadi mendapatkan laporan dan cek ke lapangan belum Siang atau besok Kita Kordinasi lagi. Nanti Komisi III lebih intens lagi dengan pihak BPJN,” ucpanya dikonfirmasi Senin, (04/01).

Baca Juga :  Amankan Suara Pilkada se-Kaltim, BSPN PDI Perjuangan Siapkan Tim IT Dan Analisa Data

Selain itu, politisi PDI Perjuangan ini menilai. Hal lain yang membahayakan pengguna jalan adalah pohon yang berada dipinggir kawasan taman hutan raya (Tahura) Bukit Soeharto.

Menurut Samsun, pohon – pohon dengan usia tua disana turut menjadi faktor penyebab kecelakaan.

“Biasanya saya lewat tol, karena ada laporan warga makanya saya lewat sini. Ada kejadian juga taksi ketimpa pohon,” ucapanya.

Menanggapi hal tersebut, dirinya mengaku telah berkordinasi dengan pengelola Tahura agar dapat membersihkan atau merapikan pohon-pohon tua tersebut.

Baca Juga :  Siap Gelar debat, KPU Kaltim Pastikan Berjalan Lancar

Namun kata dia, karena itu masuk ranah kementrian. Maka dirinya menyarankan agar segera dikoordinasikan demi Keamanan masyarakat.

“Pihak Tahura saat ini berkordinasi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Semoga perapihan pohon dilakukan segera. Mengingat Kalimantan Timur berada dalam kondisi cuaca ekstrem badai la Nina. (Adv/Fran)

What do you think?

Rutan Samarinda Maksimalkan Fungsi Intelegen Guna Minimalisir Ganguan Kamtib

Kasus Perceraian Meningkat Di Bontang, Selama Badai Covid-19 Melanda