Struktur Pimpinan DPR, DPD, dan MPR 2019-2024

JAKARTA,  Beri.id –  Struktur pimpinan dalam Parlemen di Senayan periode 2019-2024 telah resmi di tetapkan. DPR, DPD dan MPR masing-masing telah memiliki ketua dan wakil ketua untuk lima tahun ke depan.

Pimpinan ini dipilih dan dilantik setelah pelantikan anggota DPR/DPD/MPR, pada Selasa (1/10/2019).

Dalam proses penentuan pimpinan parlemen sendiri, dilalui dengan beberapa mekanisme yang lazim dilakukan pada pemilihan pemimpin pada umumnya. Yakni mekanisme musyawarah mufakat dan melalui voting.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Rapat Paripurna yang digelar Selasa (1/10/2019) malam dan menetapkan lima pimpinan DPR periode 2019-2024.

Mengacu pada UU MPR DPR DPRD dan DPD (UU-MD3), Partai dengan perolehan kursi terbanyak otomatis menempati posisi sebagai ketua DPR.

Berdasarkan aturan tersebut, otomatis PDI Perjuangan berhak duduk di kursi ketua.

Selanjutnya, empat partai politik yang mendapat jatah pimpinan DPR yakni Golkar, Gerindra, Nasdem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sebelum dilantik, kelima partai politik masing-masing mengajukan nama calon pimpinan yang kemudian dibahas dalam rapat konsultasi DPR, Selasa (1/10/2019) sore.

Barulah malamnya, kelima nama yang telah diajukan ini dilantik.

Sebagai politisi yang dicalonkan partai dengan perolehan kursi terbanyak, Puan Maharani melanggengkan posisinya sebagai Ketua DPR.

Empat wakilnya, masing-masing dari Fraksi Golkar Aziz Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Partai Gerindra, Rachmat Gobel dari Fraksi Partai Nasdem dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

Proses pemilihan dan pelantikan pimpinan DPD digelar Selasa (1/10/2019) siang hingga Rabu (2/10/2019) dini hari.

Awalnya, dalam rapat konsultasi Selasa siang, dipilih empat dari 136 senator sebagai calon pimpinan DPD. Keempat senator itu mewakili empat sub wilayah.

Melalui musyawarah mufakat, terpilih nama Sultan Bahtiar mewakili sub wilayah Barat I, La Nyalla Mattalitti mewakili sub wilayah Barat II, Mahyudin mewakili sub wilayah Timur I, dan Nono Sampono wakil sub wilayah Timur II.

Dari empat nama itu, dipilih satu senator untuk menjadi ketua DPD.

Pemilihan ketua sendiri mulanya dilakukan secara musyawarah mufakat antar-keempat kandidat. Namun, musyawarah itu tidak membuahkan hasil.

Akhirnya, diputuskan mekanisme voting yang kemudian menghasilkan nama La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua DPD 2019-2024.

La Nyalla berhasil mengantongi suara terbanyak dan mengungguli tiga pesaingnya. Dari 134 anggota DPD yang hadir dalam rapat paripurna, 47 di antaranya memilih La Nyalla.

Sementara itu, 40 suara memilih Nono Sampono, 28 suara memilih Mahyudin, dan 18 suara untuk Sultan Bachtiar, sedangkan satu suara lain abstain.

Keempat pimpinan terpilih ini lantas dilantik Rabu (2/10/2019) dini hari. Dengan begitu, La Nyalla resmi menjabat Ketua DPD, Nono Sampono Wakil Ketua DPD 1, Mahyudin Wakil Ketua II, dan Sultan Bachtiar Wakil Ketua III.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

Proses penetapan sepuluh pimpinan MPR digelar salam rapat paripurna, pada Kamis (3/10/2019) malam.

Awalnya, dari sembilan fraksi partai politik bersama DPD mengajukan satu nama calon pimpinan MPR yang mewakili masing-masing dari mereka.

Sepuluh nama itu diusulkan dalam rapat gabungan fraksi dan perwakilan DPD, Kamis (3/10/2019) siang.

Setelahnya, seluruh fraksi dan perwakilan DPD menggelar musyawarah untuk menentukan nama ketua MPR.

Melalui musyawarah mufakat, diputuskan nama Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR 2019-2024.

Setelah disepakati nama ketua, barulah jajaran pimpinan MPR yang baru ini dilantik dalam rapat paripurna.

Sembilan nama pimpinan lain yang tidak terpilih sebagai ketua dilantik menjadi wakil ketua MPR. Masing-masing dari mereka bakal memimpin bidang yang berbeda-beda.

Namun, hingga saat ini, belum ditentukan siapa membidangi apa.

Berikut susunan sepuluh pimpinan MPR masa jabatan 2019-2024:

Ketua

Bambang Soesatyo (Golkar)

Wakil

1. Ahmad Basarah (PDI-P)

2. Ahmad Muzani (Gerindra)

3. Lestari Moerdijat (Nasdem)

4. Jazilul Fawaid (PKB)

5. Syarief Hasan (Demokrat)

6. Hidayat Nur Wahid  (PKS)

7. Zulkifli Hasan (PAN)

8. Arsul Sani (PPP)

9. Fadel Muhammad (DPD)

Hingga saat berita ini diterbitkan, seluruh tugas pokok dan fungsi kedudukan para pimpinan dan anggota parlemen masih akan berkembang informasinya secara detail.

(Esc)

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Buka Sayembara Desain IKN, Pemerintah Siapkan Angaran 5 Milyar Rupiah

HUT TNI Ke-74, Presiden: Ideologi, Teknologi dan Alutsista Jadi Benteng NKRI