Tenaga Kesehatan Rutan Samarinda Terima Vaksin Tahap Pertama, Alanta Pastikan Seluruh Penghuni Terima Vaksin

dr. Rita Rosadi (Baju Merah), Dokter poliklinik rutan.samarinda saat menerima vaksin.

SAMARINDA – Kondisi overcrowding dengan tingkat beban mencapai 185% jelas tidak dapat melakukan physical distancing/jaga jarak secara efektif. Dalam panduan WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) pun juga telah disebutkan bahwa populasi pada fasilitas penahanan juga masuk ke dalam prioritas pertama untuk vaksin.

Situasi umum seperti ini memang membuat para pelaksana Upt Kemenkumham harus berkerja dengan cermat, khusus nya membangun benteng bagi para petugas. Seperti yang di lakukan oleh Rutan Kelas IIA Samarinda, salah satu upt Kemenkumham yang memiliki fasilitas klinik kesehatan di sertai tenaga medis.

Tenaga medis yang menjadi kunci utama pertahanan melawan covid 19, khusus nya 1 orang dokter serta 3 orang perawat mahir yang dimiliki Rutan Samarinda, menjadi perhatian khusus dari kepala Rutan Kelas IIA Samarinda untuk jadi bagian yang mendapatkan vaksin pada tahap pertama. Dengan berkordinasi dengan pihak pemerintah kota setempat, melalui Dinas Kesehatan kota Samarinda.

Baca Juga :  Kabel Listrik Sangkut Diatas Crane Truck, Kelurahan Api-Api Pemadaman Sementara

Karutan Kelas IIA Samarinda Alanta Imanuel Ketaren menjelaskan, bahwa dengan segala sumber daya yang dimiliki rutan akan memastikan, semua orang dalam naungan rutan samarinda akan mendapatkan vaksin termasuk warga binaan.

“Saya akan pastikan semua orang dalam rutan ini akan mendapatkan vaksin termasuk warga binaan saya. Saat ini yang jadi prioritas kami adalah tenaga kesehatan yang bertugas di rutan, karena mereka inilah yang jadi benteng terdepan kami untuk melawan covid,” jelas Alanta.

Iya juga menjelaskan hasil kordinasi pihak nya dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda serta Klinik Kimia Farma DI Panjaitan, bersedia membantu memfasilitasi pemberi vaksin covid 19 pada Nakes Poliklinik Rutan Kelas IIA Samarinda tahap pertama yang berjumlah 4 orang, pada Rabu (27/01).

Baca Juga :  10 Program Ungulan Telah di Uji Pakar, Andi Harun: Ada Masukan Untuk Melengkapi Visi Misi

Setelah menerima vaksin, Nakes Poliklinik rutan tepatnya dr. Rita Rosadi membagi pengalaman nya saat menerima vaksin. Sebelum imunisasi, mereka yang divaksin diberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk mengetahui kondisi terkini calon penerima vaksin.

“Ikut vaksin tahap pertama ini sedikit tegang ya, setelah suntik rasanya itu sempat pegal dan linu di tempat yang disuntik beberapa jam aja,” ucap Rita.

Lanjutnya, Seperti halnya semua vaksin, vaksin BNT162b2 Covid-19 mRNA dapat menyebabkan efek samping, namun tak semua akan merasakan,” ujar Rita. (Red)

What do you think?

Presiden Digugat Warga Samarinda ke PTUN, Ada Apa?

Platinum Hotel Peraih Sertificat CHSE, Tetap Bertahan Dalam Suasana Pandemi