Teras Samarinda II Sudah Jadi, Tapi Andi Harun Belum Mau Buka, Ada Apa?

Teras Samarinda Tahap II. (Foto: Lisa/beri.id)

BERI.ID – Kawasan Teras Samarinda Tahap II di tepian Sungai Mahakam sebenarnya sudah hampir rampung secara fisik, struktur bangunan berdiri, jalur pedestrian terlihat siap, dan sebagian fasilitas sudah terpasang.

Namun hingga kini, ruang publik baru tersebut masih tertutup bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Samarinda memilih menahan pembukaan kawasan itu meskipun progres pembangunan dilaporkan mendekati akhir.

Wali Kota Andi Harun menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru membuka fasilitas publik hanya karena laporan proyek menyebut pekerjaan hampir selesai.

Laporan administrasi dari proyek bagi orang nomor satu di Kota Samarinda itu tidak otomatis berarti seluruh pekerjaan benar-benar beres di lapangan.

“Saya tidak ingin hanya membaca laporan di atas kertas. Saya harus melihat langsung di lokasi untuk memastikan semuanya benar-benar siap,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Sikap hati-hati itu membuat pembukaan Teras Samarinda Tahap II belum memiliki tanggal pasti.

Pemerintah kota masih menunggu hasil pengecekan lapangan sebelum memutuskan apakah kawasan tersebut sudah layak digunakan masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah pekerjaan kecil disebut masih berlangsung di area proyek.

Meski tidak lagi menyangkut pekerjaan konstruksi besar, detail-detail teknis dinilai tetap penting untuk diselesaikan sebelum ruang publik tersebut dibuka.

Andi Harun menilai pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa laporan proyek sering kali tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Ia mencontohkan penataan kawasan Pasar Pagi Samarinda yang pernah ditunda peresmiannya meskipun pekerjaan fisiknya sudah dilaporkan selesai.

Keputusan itu diambil setelah ia memperkirakan masih ada persoalan teknis yang berpotensi muncul ketika fasilitas tersebut mulai digunakan.

“Pengalaman sebelumnya mengajarkan bahwa laporan selesai belum tentu berarti semua benar-benar tuntas. Karena itu saya biasanya memeriksa sendiri,” katanya.

Pendekatan serupa kini diterapkan pada proyek Teras Samarinda Tahap II.

Ditekankan Andi Harun, fasilitas publik yang akan digunakan ribuan orang setiap hari tidak boleh dibuka dengan kondisi setengah siap.

Ia ingin memastikan tidak ada lagi persoalan teknis yang tersisa, bahkan untuk hal-hal yang terlihat kecil.

“Kadang yang kecil justru menentukan kenyamanan. Bisa saja ada baut yang belum terpasang sempurna atau bagian yang masih perlu dirapikan,” bebernya.

Saat ini pemerintah kota masih menahan warga agar tidak masuk ke kawasan tersebut karena proses penyelesaian proyek belum sepenuhnya selesai.

Pembukaan kawasan baru akan dipertimbangkan setelah pekerjaan proyek benar-benar rampung, termasuk melalui proses final hand over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan.

Setelah tahap tersebut, pemerintah kota akan melakukan pemeriksaan terakhir untuk memastikan fasilitas siap digunakan publik.

Andi Harun menyatakan dirinya akan kembali meninjau langsung lokasi proyek pada awal pekan depan.

Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah kota baru akan menentukan apakah kawasan Teras Samarinda Tahap II sudah dapat dibuka atau masih perlu perbaikan tambahan.

Ia menegaskan bahwa keputusan menahan pembukaan kawasan bukan semata soal teknis proyek, tetapi juga soal tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan warga.

“Kalau memang sudah benar-benar siap tentu akan kita buka. Tapi kalau masih ada yang perlu diperbaiki, saya tidak akan memaksakan,” tutupnya. (lis)

Exit mobile version