Beda Pandangan, Antara Saksi dan Tim Penyidik Terkait Asal Muasal Titik Api Pada Musibah Kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan

Olah TKP oleh Tim Inafis Polres Bontang bersama dengan Puslabfor Surabaya. (Sulaiman/beri.id)

BONTANG – Inafis Polres Bontang bersama dengan Tim Puslabfor Polda Jatim, mulai pukul 13.30 hingga 15.30 telah usai laksanakan olah TKP demi mengungkap penyebab terjadinya kebakaran di Pasar Citra Mas Loktuan.

Sebanyak 14 orang saksi didatangkan kelokasi untuk dimintai keterangan langsung di lokasi kejadian.

Setelah 2 jam lakukan olah TKP. Menurut keterangan Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo, melalui Kasat Reskrim Aiptu Asriadi.
Beberapa alat bukti yang temukan seperti arang dan bekas kabel yang terbakar.

Nantinya alat bukti tersebut akan dibawa langsung ke laboraturium Forensik di Surabaya, Polda Jawa Timur.

“Iya semua kami periksa karena 15 orang itu adalah saksi kunci. Termasuk barang bukti. Nantinya alat bukti itu akan dibawah kes Surabaya,” ucapnya, kepada awak media, pada Selasa (16/02).

Baca Juga :  Sembilan Orang Pendaftar Calon Anggota KPU Kaltim Tidak Lolos, Calon Lolos Siap-Siap Melakukan Tes CAT

Pun terkait alasan, kenapa lokasi dibelakang pasar saja yang di berikan garis pembatas polisi. Aiptu Asriadi mengatakan bahwa dari keterangan beberapa saksi mengatakan asal api dari lokasi tersebut.

“Iya kita prioritaskan disini. Karena beberapa keterangan saksi api bersal dari belakang ini yang diberi pembatas polisi,” tuturnya.

Olah TKP ini juga sengaja dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi lain atas kejanggalan peristiwa kebakaran pasar.

“Kami libatkan semua termasuk tokoh masyarakat, termasuk UPT, Ketua Asiosiasi, dan Media,” bebernya.

Berbeda dengan pihak kepolisian, saat media ini mencoba untuk mengkonfirmasi saksi yang sedang berada di TKP. Ternyata memberikan keterangan yang berbeda.

Menurut Ridwan yang merupakan salah satu korban, mengungkapkan adanya kekeliruan dari tim penyelidik yang berada di lapangan dalam menentukan titik awal api.

Baca Juga :  Tahapan Pilkada Ditengah Pandemi, KPU Samarinda Perketat Protokol Kesehatan

“Kami bingung. Padahal titik awal muncul dari bagian tengah. Tapi yang diperiksa itu dibagian belakang karena alasanya Api muncul dari sana,” ungkapnya.

Harusnya, sambung Ridwan, jika penyeledikan dilakukan dari titik awal Api maka yang harus diperiksa adalah bagian tengah pasar. Jangan dibelakang.

“Yang belakang itu Api kedua. Tapi bagian belakang ini memang ada ledakan besar saat kebakaran terjadi,” bebernya.

Keterangan itu juga diperkuat oleh Herdi, yang juga merupakan korban kebakaran. Dirinya mengatakan tempat tersebut bukanlah titik awal api. Ia bersaksi bahwa saat kejadian sedang berada dilokasi.

“Saya di kios. Saya liat Api ada ditengah. Bukan di belakang,” sebutnya.

Baca Juga :  Resmi Daftar di KPU, AdiBas Siap Ikuti Pilkada Damai

Ia juga mengaku bingung karena Tim Polres Bontang menentukan titik Api awal dibagian belakang.

“Iya enggak tau kenapa. Makanya kami tadi pertanyakan. Karena pemeriksaan diprioritaskan dari belakang,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Laboraturium Forensik Polda Jatim sudah mengantongi beberapa alat bukti. Termasuk rekaman CCTv. Terkait masa penyidikan, diterangkan bahwa pihak penyidik belum mengetahui waktu pastinya. Yang jelas setelah terungkap, dijanjikan untuk di informasikan ke publik. (ESC)

Report

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Joko Susilo : Wakil Rakyat Harus Mampu Menjadi Jembatan Aspirasi

Muhammad Samsun Kembali Terima Kunjungan Para Kepala Desa Dari Kukar