Empat Masalah Krusial Kota Samarinda Masuk Progam Prioritas Andi Harun-Rusmadi

Ketua komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal

SAMARINDA – Ketua komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal mendukung penuh program 100 hari kerja yang dicanangkan walikota dan wakil walikota Samarinda Andi Harun-Rusmadi.

Menurut dia semua program yang disampaikan saat pidato perdananya, pada Jumat (26/02) kemarin. Sudah merupakan harapan warga kota Samarinda.

“Kami mendukung penuh, kami cukup senang. Karena yang disampaikan itu sesuai harapan masyarakat,”kata Joha Fajal saat dikonfirmasi dilokasi Kebakaran, Samarinda Seberang, Sabtu (27/02/2021).

Joha menjelaskan, Kota Samarinda ini memiliki empat permasalahan yang sangat krusial. Pertama adalah kumuh, kemudian kotor, ketiga gelap dan banjir.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Jalani Vaksinasinasi

“Semuanya itu diakomodir dalam program 100 hari kerja,”ungkapnya.

Dari empat masalah tersebut kata politisi Partai Nasdem ini, beberapa diantaranya telah berjalan.

“Beberapa sudah berjalan, udah dikerjakan ketika beliau dilantik,”ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, mengenai masalah banjir, sudah mulai diprogramkan. Ada dua titik menuju bandara yang jadi fokus Walikota yang baru.

Kemudian masalah penerangan lampu jalan selama ini menjadi keluhan warga. Beberapa ruas jalan mulai dipasang setelah Andi Harun dilantik.

“Termasuk yang dikeluhkan warga kalau mau naik kejembatan mahkota sekarang sudah terang,”sebutnya.

Baca Juga :  Jalan Samarinda Butuh Perawatan dan Perhatian, Pemerintah Kota Samarinda Tak Perhatian

Masalah lain mengenai kebersihan, kata Joha Fajal dalam waktu yang tidak begitu lama pinggir jalan akan steril dari tempat sampah.

“Sudah mulai berjalan, ada empat masalah di Samarinda yang harus segera diselesaikan. Dan ke empat sudah masuk dalam 100 hari kerja. Saya punya keyakinan bahwa sebagai partai pendukung dengan pemerintahan sekarang bisa menjalankan apa yang diharapkan oleh masyarakat,”tuturnya. (Fran)

Report

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Dorong Penangkaran Buaya, Perusahaan Harus Tanggung Jawab

Periksa Urin 242 Petugas Polres Bontang, AKBP Hanifa : Semua Negatif