Soal Intimidasi Terhadap Lima Jurnalis, Kapolres Samarinda: Kalau Terbukti Kita Tindak

Scranshot video saat kericuhan terjadi antara masa aksi dan kepolisian didepan Polresta Samarinda (ist)

SAMARINDA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Samarinda memberi tanggapan mengenai tindakan Intimidasi, pelarangan liputan dan kekerasan. Diduga oleh aparat kepolisian terhadap Lima Jurnalis di Samarinda.

Saat itu lima pewarta dikota tepian ini tengah meliput aksi solidaritas di depan Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam, Sungai Kunjang, Kamis (08/10/20) malam. Mengenai adanya penahanan 15 peserta aksi Tolak Omnibus Law yang dilaksanakan oleh Aliansi Kaltim Menggugat.

Dalam aksi tersebut, dilokasi sempat terjadi keributan antara demonstran dan pihak kepolisian.

Kombes Pol Arif Budiman menyampaikan, pihaknya tidak bermaksud intimidasi, memukul apalagi menginjak. Karena waktu itu dalam kondisi gelap.

“Kami akan mencari tahu siapa anggota itu, mungkin disangkanya rekan – rekan dari wartawan ini salah satu dari biang yang membuat keributan itu,”ungkapnya saat dijumpai awak media pada Jumat (9/10/2020) pukul 16.47 Wita, sore.

Baca juga:

Intimidasi Terhadap Wartawan Saat Liput Demonstrasi Omnibus Law di Depan Polresta Samarinda

Soal Intimidasi Terhadap Jurnalis di Samarinda, AJI Balikpapan Desak Polda Kaltim Tindak Pelaku

PWI dan IJTI Kaltim Kecam Tindakan Represif Terhadap Lima Jurnalis Samarinda

Dari laporan yang ia terima, anggotanya tidak ada yang melakukan pemukulan. Namun dirinya akan memberi tindakan tegas kepada personelnya apabila terbukti melakukan pelanggaran.

“Terlepas itu, kami sebagai manusia biasa tentunya meminta maaf apabila ada tindakan kami yang diluar kemanusiaaan ataupun diluar garis tugas pokok kami,”imbuhnya.

Polisi berpangkat melati tiga ini meyakini pihak Kepolisian tidak ada yang bermaksud untuk melukai rekan – rekan wartawan.

Selain itu dirinya berharap agar hubungan antara insan pers dengan kepolisian tetap berjalan dengan baik.

“Jangan sampai akibat kejadian seperti ini hubungan antara insan pers dengan kepolisian menjadi renggang. Jika terbukti kami tindak secara tindakan disiplin,”tegas dia.

Mengenai kronologi kejadian, dirinya menjelaskan. Malam itu pihaknya amankan beberapa orang yang diduga melakukan tindakan anarkis dan bukan kalangan mahasiswa. Lalu dilakukan pendataan dan tes urine. Tiba – tiba yang datang mengaku kuasa hukumnya.

“Tentunya jadi membuat kami bertanya tanya, ini betul apa tidak kuasa hukumnya. Memang ada adu argumen dari anggota selama kami melakukan pendataan orang orang ini,”jelasnya.

Namun demikian, engga tau bagaimana ada kesalahpahaman antara polisi dengan mereka yang mengaku sebagai kuasa hukum.

“Intinya adalah bahwa kami tidak punya maksud memukul apalagi menginjak. Itu gelap ya. Kami juga akan mencari tahu siapa anggota itu, mungkin disangkanya rekan rekan dari wartawan ini salah satu dari biang yang membuat keributan itu,”beber Arif Budiman.

(Fran)

Pastikan Pengembangan Perikanan Dikota Bangun, Rendi Solihin: Ini Akan Berimbas Pada Sektor Lain

5 Wartawan Samarinda Direpresif Oleh Polisi, DPRD Kaltim Beri Respon