Tak Ada Perayaan Imlek di Bontang, Umat Konghucu Belum Punya Rumah Ibadah

Perayaan Imlek Terpantau Sepi, Kemenag Sebut Umat Konghucu di Bontang Tidak Lebih 90 Orang

Kasi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Bontang, Ali Mustofa.(Sulaiman/beri.id)

BONTANG – Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili di Bontang terpantau sepi. Bukan tanpa perayaan, akan tetapi memang jumlah umat agama Koghucu masih terbilang sedikit, tak sampai 90 orang.

Sehingga penyelenggaraan peribadatannya, tidak berpotensi mengumpulkan umat dalam skala besar.

“Enggak rame, umatnya masih sedikit. Jadi kemungkinan tidak ada perayaan besar,” ungkap Kasi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Bontang, Ali Mustofa, saat dihubungi media ini, Jumat (12/02).

Meski begitu, kata Ali jauh hari sebelumnya Kemenag telah mengimbau bagi umat konghucu untuk tidak melakukan perayaan secara berlebihan.

Baca Juga :  Hari Pahlawan 2020; Ketua DPRD Samarinda Serukan Jadilah Pahlawan Dengan Tidak Golput

Hal itu disampaikan dalam rapat bersama dengan seluruh pemuka agama di Bontang, yang membahas praktek ibadah masing-masing agama.

Khusus umat agama Konghucu, dihimbau untuk tetap menyelenggarakan ibadah di rumah. Dalam menyambut Imlek tahun ini.

Sama seperti perayaan hari besar agama lainnya di masa pandemi Covid-19.

“Iya kita sampaikan ke salah satu umatnya yang juga sebagai tokoh umat konghucu untuk tetap merayakan imlek secara sederhana dirumah,” ungkapnya.

Diketahui, Kota Bontang sejauh ini belum memiliki rumah peribadatan bagi umat konghucu.

Baca Juga :  Usai Lebaran, Perpindahan Penduduk Bontang Justru Menurun

Dikatakan Ali, syarat pemerintah membangun rumah peribadatan, wajib memiliki umat lebih dari 90 orang. Jika tidak pembangunan tempat ibadah tidak diperbolehkan.

“Umatnya kan masih sedikit. Jadi belum ada tempat ibadahnya secara umum,” pungkasnya. (ESC) 

Report

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Berdiri di Simpang Lampu Merah, Kumpulkan Dana Demi Mengurangi Beban Korban Kebakaran

Tuduhan Pemerkosaan Dengan Terdakwa OR Tak Terbukti