BERI.ID – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Prestasi Samarinda resmi berjalan dengan timeline ketat hampir tiga bulan.
Pendaftaran telah dibuka sejak 12 Januari dan akan ditutup 28 Februari, dengan tahapan seleksi berlapis yang berujung pada pengumuman akhir 2 April.
Hingga kini, minat pendaftar sudah melampaui target awal.
Kepala SMA Prestasi Samarinda, Aris Abdillah menjelaskan bahwa sejak peluncuran SPMB, sekolah menerapkan mekanisme seleksi bertahap dan transparan.
Setelah penutupan pendaftaran, pengumuman seleksi tahap pertama dijadwalkan 6 Maret, dilanjutkan tes tertulis Matematika dan Bahasa Inggris pada 9–11 Maret, serta tes wawancara pada 13–14 Maret.
Rangkaian ini diakhiri dengan pengumuman hasil akhir 2 April, kemudian daftar ulang 7–9 April.
“Timeline ini kami rancang hampir tiga bulan. Dua bulan untuk sosialisasi dan pendaftaran, seleksi di minggu kedua Maret, lalu penetapan akhir di awal April,” kata Aris, Rabu (4/2/2026).
Daya Tampung Terukur, Pendaftar Sudah Tembus Target
Dari sisi kapasitas, SMA Prestasi menyiapkan 9 rombongan belajar (rombel).
Saat ini 2 rombel telah terisi, sementara target tahun ajaran 2026 adalah 100 peserta didik, yang akan dibagi ke dalam 4 rombel untuk angkatan baru.
Data terbaru menunjukkan 101 pendaftar telah masuk sistem, ini juga yang menandakan antusiasme tinggi sejak fase awal.
Aris menegaskan seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui sistem Edunav atau sistem informasi sekolah (SIS) berbasis web dan aplikasi mobile milik sekolah yang real-time dan langsung diverifikasi oleh tim.
“Begitu pendaftar masuk, data otomatis terbaca dan diverifikasi. Sistem kami update setiap saat,” ujarnya.
Seleksi Berbasis Dokumen dan Kepatuhan Prosedur
Sekolah juga menekankan kepatuhan administrasi sebagai fondasi seleksi.
Dokumen wajib meliputi scan kartu pelajar, rapor semester 1–5, Kartu Keluarga, akta kelahiran, surat keabsahan dokumen, serta surat kesediaan mengikuti seluruh prosedur.
Seluruh persyaratan dan juknis dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan sekolah.
Aris menekankan, pendekatan ini ditujukan untuk menjaga akuntabilitas dan mencegah celah administrasi.
“Kami ingin prosesnya rapi sejak awal jelas syaratnya, jelas tahapannya, dan bisa ditelusuri,” tegasnya.
Transparansi dan Kepastian Jadwal
Dengan pendaftar yang sudah melampaui target awal dan seleksi berlapis di depan mata, SMA Prestasi menegaskan komitmen pada transparansi jadwal dan kepastian hasil.
Sekolah berharap publik memahami bahwa seleksi tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kesiapan akademik dan komitmen calon siswa mengikuti prosedur.
“Semua tahapan kami buka ke publik, jadwal, sistem, hingga juknis. Itu bagian dari tanggung jawab kami,” tutup Aris.
Untuk diketahui, SMA Prestasi ialah sekolah menengah atas swasta di Kota Samarinda yang fokus pada prestasi akademik serta pembinaan karakter, menargetkan siswa dengan motivasi belajar tinggi, kesiapan akademik yang kuat, dan komitmen mengikuti sistem pendidikan yang disiplin.
Berbeda dengan SMA umum, SMA Prestasi menerapkan SPMB mandiri dengan tahapan seleksi berlapis, mulai dari verifikasi dokumen akademik, tes tertulis (Matematika dan Bahasa Inggris), hingga wawancara.
Karena daya tampung yang terbatas dan sistem seleksi yang ketat, SMA Prestasi kerap diminati orang tua dan siswa yang mencari lingkungan belajar fokus, tertib, dan berorientasi hasil. (lis)
