Toha Belum Ditemukan, Istri Berharap Pada Keluarga dan BPBD

Hadriani (34). Istri Toha yang saat ini belum di temukan, usai alami kecelakaan laut di perairan Laut Serang, Bontang. (Sulaiman/beri.id)

BONTANG – Pencarian korban kapal tenggelam di perairan Telaga Serang, Bontang. Masih terus dilakukan. Namun hingga kini sosok Toha belum juga ditemukan.

Keluarganya hingga saat ini masih terus berharap kabar baik tentang keberadaan sosok ustadz yang juga merupakan ketua MUI Marangkayu, Kukar. Yang tenggelam sejak Minggu (10/1) lalu.

Saat pukul 04.00 Wita, Toha bersama dengan tiga orang rekannya, yakni M. Yunus, Mustarin, dan Sabaruddin berangkat untuk memancing.

Sesaat setelahnya, ketika dilanda hujan deras. Kemudian kapal tersebut di duga ditabrak oleh kapal tanker.

Baca Juga :  Polres Bontang Ringkus 4 Tersangka Curanmor, 3 Diantaranya Dibawah Umur

Ketika mereka mancing. Di perairan Telaga Serang. 15 nautical mile atau 27,78 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Laut Indah.

“Saya belum menerima kabar apapun tentang suami saya. Sudah tiga hari ini,” kata Hadriani (34), istri Toha, saat di temui di kediamannya, RT.2 Santan Ilir, Marangkayu, Kutai Kartanegara, Selasa (12/1).

Guru Madrasah Ibtidaiyah As Adiyah, Santan Tengah ini, mengaku banyak berharap bantuan petugas Basarnas maupun BPBD Bontang untuk menemukan suaminya. Keluarganya pun turut melakukan pencarian.

Saat ini, dari keterangannya keluarga telah menemukan keberadaan kapal yang di gunakan Toha untuk memancing.

Baca Juga :  IDI Kaltim: Vaksin Sinovac Aman Untuk Manusia

Namun, saat ditarik menggunakan tali yang di bawa saat evakuasi kapal. Seketika tali yang di gunakan terputus.

“Saya tadi dapat informasi kalau keluarga yang ikut mencari sudah menemukan kapal yang tenggelam. Sudah mau ditarik, tapi talinya putus. Mereka minta tolong dicarikan tali yang kuat untuk narik,” terangnya. (Esc)

Report

What do you think?

Rayakan HUT 48, PDI Perjuangan Samarinda Bagikan 48 Tumpeng Hingga Kepanti Asuhan

Basuki Rahmat : Saya Tidak Pernah Membawa Nama Pasukan Merah