Dari Kisah Karst Sangkulirang, Bajakah, dan Bawang Tiwai

Beri.id, JAMBI – Gelaran Festival Media Aliansi Jurnalis Independen ( Fesmed AJI) yang digelar di Jambi, memasuki hari kedua sekaligus terakhir. AJI Balikpapan pun tak mau ketinggalan dan tetap bersemangat di hari kedua ini.

Minggu (17/11) pagi, areal Fesmed AJI sudah dipenuhi masyarakat umum. Mereka melihat-lihat gerai-gerai dari berbagai AJI kota, non-government organization (NGO), dan beberapa lembaga pendidikan.

Di hari kedua ini, beberapa workshop digelar. Di aula utama, ada  diskusi soal hoax dengan narasumber Anita Wahid dan Aribowo Sasmito dari Mafindo serta Wahyu Dhyatmika dari Tempo.co.

Dalam diskusi ini, para narasumber berbicara soal bahaya hoaks dan cara menangkalnya. Apalagi, saat ini polarisasi terjadi parah di masyarakat. Di aula lain, ada materi soal Mobile Journalism dari Andi Muhyidin dari Liputan6.com dan Digi-X.

Di aula belakang, ada Feri Latief, Foto Kontributor National Geographic. Bercerita soal teknik foto heritage. Salah satu kisah foto heritage yang dibicarakannya adalah foto kala memotret gambar purba di Karst Sangkulirang Mangkalihat.

“Memoto seperti ini butuh perjuangan. Selain bawa logistik untuk hidup. Juga harus bawa peralatan kamera lengkap. Harus disiapkan semuanya,” kata Feri.

Dia harus menyusuri sungai dan naik tebing untuk mendapatkan foto gambar cadas itu.  Feri pun memastikan memoto dari berbagai sudut untuk dapat hasil jepretan terbaik.

Dari rangkaian acara Fesmed ini, Putri (20), pengunjung Fesmed mengaku memanfaatkan betul adanya gelaran ini.

“Banyak workshop yang keren banget. Saya daftar di tiga workshop. Materinya mantap pembicaranya keren,” ucap dara asal Jambi ini.

Sementara itu, stan Aji Balikpapan juga kebanjiran pengunjung yang penasaran soal ibu kota negara, bajakah, dan bawang tiwai.

Personel AJI Balikpapan yang menunggu stan, Zakarias Demon Daton pun menjelaskan ke pengunjung soal bajakah.

“Biasanya ditemukan di hutan bajakah ini. Airnya banyak juga,” kata dia saat menjelaskan ke para tamu.

Pertanyaan soal khasiat bawang tiwai pun dijawab Zaki. Para pengunjung, juga diperbolehkan membawa bawang tiwai yang dipamerkan gratis.

Selain itu, mengenakan baju khas Dayak, lelaki yang akrab disapa Zaki ini juga kerap diajak foto pengunjung. Tampilannya yang unik, membuat pengunjung penasaran dengan Zaki.

(*)

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Komisi II DPRD Kaltim Akan Panggil Perusahaan yang Nakal Mengelola CSR ke Masyarakat

Aji Sofyan; Smart Citty Keniscayan Tawaran Program Calon Walikota Samarinda