BERI.ID – Saat sebagian sudut Kota Samarinda mulai meredup di malam hari, kawasan GOR Kadrie Oening justru tetap hidup.
Cahaya lampu stadion menerangi lintasan lari, lapangan terbuka, hingga area pelataran yang dipenuhi warga.
Setiap malam, GOR Kadrie Oening menjelma ruang bersama bagi masyarakat dari berbagai latar usia.
Ada yang berlari ringan, berjalan santai, bersepeda, hingga melakukan latihan peregangan.
Bagi banyak orang, malam hari adalah satu-satunya jeda yang tersedia untuk memberi perhatian pada kesehatan fisik setelah seharian bekerja.
Olahraga malam kian diminati karena dinilai lebih realistis bagi masyarakat urban.
Selain terhindar dari panas terik, aktivitas fisik di malam hari juga terbukti membantu meredakan stres, mengendurkan otot yang tegang, serta menjaga ritme metabolisme tetap stabil.
Olahraga Malam Itu Sehat, Ini Data dan Bukti Ilmiahnya
Banyak yang beranggapan olahraga idealnya dilakukan pagi hari.
Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik di malam hari juga punya banyak manfaat kesehatan, terutama bagi urban commuter yang sibuk sepanjang hari.
Studi di Journal of Sleep Research menunjukkan bahwa peserta yang berolahraga di malam hari memiliki indikator kualitas tidur lebih baik dibanding yang tidak olahraga sama sekali.
Penelitian lain di Physiology dan Behavior menemukan bahwa aktivitas fisik menjelang malam membantu menurunkan kecemasan dan membuat proses tidur menjadi lebih cepat.
Metabolisme Tetap Aktif Tanpa Mengganggu Ritme Harian
Banyak pekerja kantoran yang tidak sempat olahraga pagi atau siang.
Namun, olahraga malam tetap memberikan dampak positif pada:
– Pembakaran kalori
– Peningkatan sensitivitas insulin
– Kontrol gula darah
– Peningkatan kapasitas kardiorespirasi
Studi di Journal of Applied Physiology, menemukan bahwa tubuh tetap mengolah energi secara efektif di malam hari, dan latihan moderat tidak mengganggu metabolisme, bahkan bagi mereka yang beraktivitas sepanjang hari.
Waktu yang Lebih Fleksibel = Lebih Konsisten Berolahraga
Data dari American College of Sports Medicine, menunjukkan bahwa salah satu faktor terbesar yang membuat orang berhenti olahraga adalah ketidakselarasan jadwal latihan dengan rutinitas harian.
Efek Positif pada Suasana Hati dan Fungsi Otak
Riset dalam Frontiers in Psychology, menunjukkan bahwa partisipan yang rutin berolahraga di malam hari melaporkan peningkatan mood yang signifikan dibanding minggu awal latihan.
Zahra, salah satu warga yang rutin memanfaatkan GOR Kadrie Oening pada malam hari, mengaku waktu tersebut menjadi pilihan paling ideal baginya.
Suasana yang lebih sejuk dan tenang membuat olahraga terasa tidak terburu-buru.
“Malam lebih nyaman. Tidak panas, pikirannya juga lebih santai. Setelah seharian kerja, olahraga di sini bikin badan terasa lebih segar dan tidur jadi lebih nyenyak,” terangnya ketika ditemui tim redaksi, di kawasan GOR Kadrie Oening Samarinda, Sabtu (3/1/2026).
Ia menilai keberadaan GOR Kadrie Oening sangat membantu masyarakat untuk tetap aktif tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Tempatnya aman, fasilitasnya juga memadai. Karena ramai tapi tertib, jadi lebih semangat olahraga bareng-bareng,” tambahnya.
Perlu diperhatikan, dikutip dari Kesehatan Lanjutan (Keslan) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwasanya olahraga malam berisiko apabila dilakukan terlalu malam dan dekat dengan jam tidur.
Sebab itu, kuncinya terletak pada pengaturan intensitas yang tidak berlebihan, memberi jarak waktu sekitar 1,5–2 jam sebelum beristirahat, serta melakukan pemanasan yang memadai agar risiko cedera dapat ditekan dan kualitas tidur tetap terjaga. (lis)
